Mengapa Berita Buruk Menetap Lebih Lama di Ingatan | IPTEK: Laporan seputar sains dan teknologi dan lingkungan | DW | 01.04.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Mengapa Berita Buruk Menetap Lebih Lama di Ingatan

Kabar buruk yang datang terus menerus bisa memicu lelah mental pada manusia, seperti yang banyak disimak saat pandemi corona. Seorang neurolog Jerman, Maren Urner, menerangkan kenapa berita buruk menetap lebih lama dalam ingatan.

Tonton video 03:36