Mengajak Pengguna Internet Membayar Pengunduhan Film | Sosial&Budaya | DW | 09.01.2014
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Mengajak Pengguna Internet Membayar Pengunduhan Film

Pengunduhan ilegal menjadi tantangan besar pada era digital. Seorang produser film Ceko meluncurkan inisiatif untuk melegalisasi distribusi bajakan untuk membantu industri film agar tidak terlalu merugi.

"Kami memutuskan untuk mengubah DNA distribusi film bajakan," kata Pepe Rafaj, seorang produser film dan manajer IT di Praha. "Kami memasukkan virus legalitas ke dalam sistem. Kami berusaha mengubah sebagian sistem distribusi yang ada sekarang," ujar Rafaj kepada DW.

Kurang lebih 3 juta orang di Republik Ceko mengunduh film secara reguler dari situs-situs file-sharing - di sebuah negara berpopulasi 10 juta jiwa. Rafaj kini meminta mereka untuk membayar - dalam jumlah sedikit - yang kerap dipandang orang sebagai layanan publik. Kalau tidak, katanya, mungkin nantinya mustahil untuk membuat konten baru.

Teknologi hebat, aturan payah

"Masalahnya besar," tegas Rafaj. "Teknologi distribusi begitu maju, meninggalkan undang-undang," tambahnya.

Bulan Oktober, Rafaj meluncurkan sebuah komunitas online baru bernama '31s,' dengan slogan "Watch It Right!" Ia berharap dapat merevolusi cara orang menonton film dan televisi di dunia maya - tidak hanya di Republik Ceko, tapi juga di seluruh dunia.

Rafaj memanfaatkan hasrat warga Ceko akan hati nurani yang bersih

Rafaj memanfaatkan hasrat warga Ceko akan hati nurani yang bersih

Sistemnya cukup sederhana. Anda mencari sebuah film, baik melalui situs file-sharing yang biasa dikunjungi atau situs 31s, untuk film-film yang diberi label 31s. Nanti sebuah kode QR akan keluar; foto kode itu dengan ponsel dan sebuah kotak pembayaran akan terbuka.

Untuk kontribusi mulai dari 1 Euro, Anda dapat mengunduh atau streaming film yang sepenuhnya legal dan berlisensi. Anda juga bisa memperoleh lisensi setiap film yang telah diunduh.

Pengunduh kemudian berbagi film tadi kepada teman-teman; dengan syarat mereka juga membeli lisensi sendiri. Apabila ini terjadi, pengunduh pertama akan mendapatkan 7 persen dari jumlah yang dibayarkan.

Semua melakukannya

"Semua orang mengunduh film. Istri saya mengunduh film. Saya mengunduh film. Bahkan ibu saya - OK, tidak ibu saya," tutur Rafaj kepada DW. "Namun semua orang mengunduh film secara ilegal. Dan saya memutuskan untuk mengubah itu semua, karena saya tidak suka."

Mikulas Ferjencik dari Partai Pembajak Ceko mengatakan mereka akan senang kalau warga membayar secara sukarela untuk sebuah konten di internet. "Kami bahkan tidak punya masalah dengan situs-situs yang mengharuskan seseorang membayar untuk login sebelum mendapatkan akses ke konten," ujar Ferjencik.

Partai Pembajak skeptis

Ferjencik mengatakan Partai Pembajak tidak menentang skema pembayaran sukarela

Ferjencik mengatakan Partai Pembajak tidak menentang skema pembayaran sukarela

Namun pertanyaannya apakah ini akan berhasil. Ferjencik mengatakan kepada DW bahwa dirinya percaya akan potensi 31s untuk menjadi sebuah tren. "Kalau mereka melakukannya dengan benar, dan punya merek dagang yang baik, warga mungkin melakukannya karena dianggap keren," katanya.

"Tapi kalau mereka mencoba untuk mengatakan - 'Anda harus menggunakan situs kami untuk merasa lebih baik' - Saya tidak tahu. Saya ragu itu akan diterima," lanjut Ferjencik.

Saat ini 31s masih dalam versi beta; baru ada 15 film yang dapat diunduh. Hingga kini sekitar 1.000 telah menggunakan sistem sejak situs 31s diluncurkan bulan Oktober.

Rafaj mengatakan dirinya tengah bernegosiasi dengan Arsip Film Ceko untuk memperbesar koleksi film.

Perlu perubahan besar

Rafaj dan para koleganya yakin harus ada perubahan besar atas cara pikir orang dalam mengunduh dan berbagi konten online. Status quo, kata mereka, merampas kompensasi yang sesuai bagi ratusan ribu orang yang membuat film dan seri televisi yang digemari. Mereka percaya ini bukanlah model yang berkelanjutan.

Namun apakah solusi mereka dapat diterima, masih harus dicermati, tergantung dari prinsip moral seseorang untuk mau membayar kopi film berlisensi - sementara mereka dapat berkunjung ke situs file-sharing favorit dan mengunduh secara gratis.

Laporan Pilihan