Menangkan Mosi Kepercayaan Partai, Theresa May Kembali Lagi ke Brussels | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 13.12.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Brexit

Menangkan Mosi Kepercayaan Partai, Theresa May Kembali Lagi ke Brussels

Setelah memenangkan mosi kepercayaan di Partai Konservatif, PM Inggris kembali menemui para pemimpin Uni Eropa untuk merundingkan kesepakatan Brexit.

Belgien EU Brexit - Theresa May und Jean-Claude Juncker (picture-alliance/F.Seco)

PM Inggris Theresa May bersama Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker di Brussels, 11 Desember 2018

Dari 317 anggota fraksi Partai Konservatif di parlemen Inggris, 200 memberikan suara percaya dan 117 tidak percaya terhadap Theresa May dalam pemungutan suara rahasia Rabu malam (12/12).

Berbicara di Downing Street setelah menang tipis Rabu malam (12/12), Theresa May mengatakan dia akan mendengarkan mereka yang menentangnya dan mencari jaminan hukum soal "backstop" yang jadi sengketa.

"Backstop" adalah jaminan kepada Uni Eropa bahwa Inggris tidak akan menerapkan "perbatasan keras" antara Republik Irlandia, yang anggota Uni Eropa, dan Irlandia Utara, yang merupakan provinsi Inggris. Selama ini, Uni Eropa bersikeras menuntut jaminan itu ketika Inggris resmi meninggalkan Uni Eropa, dan hal itu tertera dalam kesepakatan Brexit.

"Sejumlah besar kolega memberi suara menentang, dan saya telah mendengarkan apa yang mereka katakan," kata Theresa May. "Sekarang kami harus melanjutkan tugas (merampungkan) proses Brexit bagi rakyat Inggris."

Großbritannien, London: Theresa May gibt ein Statement zum Brexit (picture-alliance/AP/T. Ireland)

Theresa May di Downing Street setelah menang mosi kepercayaan: "Saya telah mendengarkan.."

Kembali ke Brussels

Theresa May hari Kamis (13/12) kembali ke Brussels, Belgia, untuk bergabung dengan para pemimpin Uni Eropa yang sedang menggelar pertemuan puncak. Akhir November lalu, pemerintah Inggris dan uni Eropa menyetujui kesepakatan Brexit setelah perundingan alot.

Namun banyak anggota parlemen menyatakan penentangan terhadap kesepakatan itu, juga dari anggota Partai Konservatif sendiri. Theresa May terpaksa membatalkan pemungutan suara tentang kesepakatan Brexit setebal hampir 600 halaman itu di parlemen, karena khawatir mayoritas anggota parlemen akan menolaknya. Pemungutan suara ditunda sampai selambat-lambatnya 21 Januari 2019.

Tapi di Brussels, para pemimpin Uni Eropa berulangkali menegaskan tidak akan melakukan negosiasi ulang tentang kesepakatan Brexit.

UE: Tidak ada negosiasi ulang

"Diskusi di Inggris ... tidak membuat situasi lebih mudah, tetapi kami harus tetap melakukan segala yang kami bisa untuk menghindari Brexit yang keras," kata Kanselir Austria Sebastian Kurz. Austria saat ini memegang jabatan presiden Uni Eropa yang selalu digilir.

"Jelas bahwa kesepakatan Brexit tidak akan dirundingkan dan diubah lagi, tetapi tentu saja ada cara lain untuk bergerak saling mendekati demi kepentingan kedua belah pihak," kata Sebastian Kurz.

Bagaimanapun, Theresa May harus berusaha mendapatkan sesuatu dari Brussels untuk meyakinkan mayoritas anggota parlemen Inggris agar menyetujui kesepakatan itu bulan Januari nanti. Jika gagal, bukan tidak mungkin PM Inggris itu harus menghadapi Mosi Kepercayaan lagi, kali ini bukan di partainya, melainkan di parlemen.

hp/yf (rtr, afp, ap)

 

Laporan Pilihan

Iklan