1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Mempermudah Pencarian Kerja Warga di Eropa

Sabrina Pabst30 April 2013

Warga Uni Eropa teorinya boleh bekerja di 27 negara anggota. Pada prakteknya kebebasan bekerja warga sering terkendala. Usulan aturan baru dari Brusel diharap makin mengurangi hambatan.

https://p.dw.com/p/18P3r
Businessman showing card, matte paper effect, European Union. #49172251 Copyright: michaklootwijk - Fotolia.com adult; background; banner; black; business; businessman; businessmen; card; concepts; copy; corporate; country; credit; empty; eu; europe; european; flag; geography; giving; greeting; hand; holding; identity; illustration; job; land; looking; male; matte; meeting; men; message; nation; national; occupation; office; one; paper; patriot; patriotic; people; person; profession; professional; showing; sign; space; stand; state; studio; suit; union; adult; background; banner; black; business; businessman; businessmen; card; concepts; copy; corporate; country; credit; empty; eu; europe; european; flag; geography; giving; greeting; hand; holding; identity; illustration; job; land; looking; male; matte; meeting; men; message; nation; national; occupation; office; one; paper; patriot; patriotic; people; person; profession; professional; showing; sign; space; stand; state
Simbol gambar pencari kerja di Uni EropaFoto: michaklootwijk - Fotolia.com

Kendala kerja lintas negara anggota Uni Eropa amat beragam. Kadang ijazah profesinya tidak diakui, kadang gagal karena kurang kemampuan bahasa. Inilah alasan mengapa warga Uni Eropa sering tetap tinggal di negaranya meskipun tingkat pengangguran tinggi dan negara lain membutuhkan tenaga kerja berkualifikasi.

Untuk mengubah situasi semacam itu, Komisaris urusan Tenaga Kerja, László Andor di Brussel mengajukan rancangan garis haluan yang diharap mempermudah bekerja di negara Uni Eropa lainnya.

Gagasannya: Anggota Uni Eropa di masa depan akan diwajibkan menawarkan pusat informasi nasional bagi pencari kerja dan perusahaan. Selain itu serikat pekerja dan organisasi memiliki hak mewakili pekerja asing di depan pengadilan atau badan berwenang, jika misalnya merasa didiskriminasi.

Unemployed people line up at a job center in Alcala de Henares, near Madrid, Spain on 10 February 2010. The number of unemployed workers in Spain increased in January 2010 by 124,890 people from December 2009, according to the Government's Survey of the Working Population (EPA in Spanish). This is the sixth consecutive rise of the level of unemployment in Spain. The EPA shows that Spain reached its highest level of unemployment ever in December 2009, when 4,326,000 people (18.83 per cent of the working population) were unemployed. EPA/FERNANDO VILLAR
Penganggur yang antri di Job Center dekat MadridFoto: picture alliance/dpa

Pemicu usulan Andor itu adalah tingginya tingkat pengangguran di negara-negara krisis di Uni Eropa. Februari lalu Badan Statistik Uni Eropa Eurostat menyodorkan data: Di Yunani kuota pengangguran berkisar 26,4 persen, di Spanyol 26,3 persen. Di Portugal 17,5 persen warga menganggur.

Terutama warga muda menderita dampak terbesar krisis ini. Di Yunani dan Spanyol lebih dari separuh warga di bawah usia 25 tahun menganggur. Di Portugal, Italia dan Slowakia sepertiga warga mudanya tidak punya kerja.

"Harapannya adalah, pengangguran di negara-negara yang dilanda krisis dapat dikurangi dengan mobilitas kerja ini", kata Herbert Brücker, pimpinan bidang riset si pusat kajian pasar tenaga kerja dan pekerjaan IAB kepada Deutsche Welle. Tapi harapan itu tampaknya selama ini tidak terpenuhi. Karena meskipun krisis, orang-orang tetap tinggal di negaranya. Hanya tiga persen dari total warga Eropa yang bekerja di negara lainnya.

"Memang imigrasi dari Spanyol, Italia atau Portugal meningkat tajam, tapi diukur dari tingkat pengangguran hal itu masih tetap amat sedikit." Ujar Brücker. Kini terutama warga dari Eropa Tengah dan Eropa Timur yang bergerak ke arah Jerman. Tingkat upah di Rumania dan Bulgaria saat ini berkisar sepertiga tingkat upah di Jerman. Dengan begitu sangat menarik untuk mencari kerja di Jerman.

Ketakutan akan Birokrasi

EU commissioner for Employment, Social Affairs and Inclusion Laszlo Andor gives a press conference on the proposal for a Directive to make it easier for people to exercise their right to work in another Member State on April 26, 2013 at the EU Headquarters in Brussels. The European Commission presented measures to ensure free movement of workers and to clamp down on discrimination against migrants in the EU.AFP PHOTO / GEORGES GOBET (Photo credit should read GEORGES GOBET/AFP/Getty Images)
Komisaris Tenaga Kerja UE Laszlo AndorFoto: Georges Gobet/AFP/Getty Images

Usulan Andor dinilai berbeda-beda oleh pakar pasar tenaga kerja. "Pada dasarnya itu jalan ke arah yang benar, menciptakan transparansi di pasar tenaga kerja, tapi saya tidak mengharap akan ada peningkatan besar mobilitas kerja." Demikian Brücker. Selain itu bagian dari usulan, misalnya penerjemahan tawaran kerja ke dalam bahasa Inggris atau bahasa lainnya, sulit diwujudkan.

"Dari pandangan kami, adalah penting agar kebebasan bekerja dimanfaatkan justru dari latar belakang meningkatnya kekurangan tenaga kerja berkualifikasi di perusahaan Jerman. Karena imigrasi adalah salah satu dari banyak peluang," kata Stefan Hardege, pakar tenaga kerja dari Kadin Jerman kepada DW.

Namun sekaligus ia memperingatkan tentang regulasi. Undang-undang tidak boleh membuat lebih banyak birokrasi. "Negara-negara bersangkutan yang harus memutuskan sendiri. Bukan ketentuan yang datang dari Uni Eropa," tukas Hardege.

Pusat informasi sebagai bantuan awal bagi pendatang baru semacam itu contohnya sudah ada, juga di Jerman. Dalam apa yang disebut "Welcome Center" di Hamburg, pada situs internetnya menghimpun jawaban-jawaban dari pertanyaan yang paling sering diajukan berkisar kehidupan baru di kota itu. Mulai dari tema pencarian rumah, uang jaminan anak sampai masalah sekolah.