Membangun Komunitas Antar Pelajar Indonesia di Jerman | BLOG: Eropa menurut warga Indonesia dan Indonesia di mata warga Eropa | DW | 12.07.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Blog

Membangun Komunitas Antar Pelajar Indonesia di Jerman

Dengan melaksanakan acara yang beragam, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) bisa meraih lebih banyak pelajar Indonesia dan menumbuhkan rasa persaudaraan antar sesama. Oleh Varinia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) komunitas adalah "kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban”. Sekilas makna kata tersebut terdengar sederhana, namun menurut saya, arti sebuah komunitas tidak bisa hanya ditekankan pada faktor lokasi. Kesamaan minat, tujuan dan rasa memiliki (sense of belonging) juga merupakan faktor-faktor yang tidak kalah penting yang melandasi komunitas.

Aktivitäten indonesischer Studentenvereinigung in Deutschland (Varinia)

Varinia

Membangun komunitas bukanlah hal yang mudah. Berdasarkan definisi umum dan pribadi saya, dapat disimpulkan bahwa perlu ada interaksi dan kesamaan visi dan misi yang menjadi dasar terbangunnya komunitas tersebut.

Lalu, bagaimana pelajar Indonesia di Jerman bisa membangun komunitas tersebut? Salah satunya adalah dengan medium berupa organisasi antar pelajar, yang dikenal dengan nama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). PPI Jerman adalah induk perhimpunan yang mengawasi PPI-PPI cabang yang tersebar di berbagai kota di Jerman, baik kota besar maupun kecil, atau bahkan gabungan antar kota.

PPI Jerman beserta PPI cabang berbagi visi yang sama, yaitu untuk menghimpun para pelajar Indonesia agar dapat menjadi warga negara yang bermanfaat bagi tanah air dan juga kepada dunia. Untuk mencapai visi tersebut PPI berupaya mengadakan berbagai macam acara, dari yang bersifat akademis sampai non-akademis.

Dengan adanya acara yang beragam, PPI bisa meraih lebih banyak pelajar Indonesia dan menumbuhkan rasa persaudaraan antar sesama pelajar. Selain itu, PPI juga bisa menjadi jembatan penghubung untuk organisasi-organisasi Indonesia lainnya yang ada di Jerman dan juga dengan organisasi Jerman sendiri dan melakukan kegiatan bersama.

Sejak dua tahun lalu saya memutuskan untuk ikut serta dalam kepengurusan salah satu PPI cabang, yaitu PPI Duisburg-Essen (PPI DuE). Daerah naungan PPI DuE melingkupi kota-kota di kawasan Ruhrgebiet seperti Duisburg, Essen, Kleve, Mönchengladbach dan Düsseldorf, kota dimana saya tinggal dan berkuliah.

Aktivitäten indonesischer Studentenvereinigung in Deutschland (Varinia)

Kepengurusan PPI Duisburg-Essen periode 2018/2019

Salah satu acara yang rutin dilaksanakan adalah acara kumpul bersama setiap semester yang bertujuan untuk menyambut pelajar baru yang berdomisili di daerah sekitar. Dalam acara tersebut para pelajar bisa saling berkenalan dan bertukar informasi seputar tempat tinggal, kuliah dan juga organisasi Indonesia lainnya. Tujuan lain dari acara tersebut adalah untuk membantu proses adaptasi, menjaga silahturahmi dan memperluas koneksi antar sesama pelajar.

Acara yang juga sering menjadi agenda PPI DuE adalah acara kesenian dan kebudayaan. Mengingat tujuan PPI yang ingin menjadi wadah bagi para pelajar, PPI berusaha untuk memberi kesempatan bagi mereka yang memiliki minat dan bakat dalam bidang seni. Untuk acara yang bersifat seperti itu, PPI DuE bekerja sama dengan organisasi lain, seperti Deutsch-Indonesische Gesellschaft Rhein-Ruhr e.V. (Komunitas Jerman-Indonesia Rhein Ruhr) yang sudah berdiri selama kurang-lebih 30 tahun. Dengan adanya kerja sama tersebut, PPI DuE juga dapat meraih masyarakat Jerman yang belum tahu mengenai budaya Indonesia atau mereka yang memang tertarik dan sembari membantu mempromosikan budaya Indonesia.

Di luar kerja sama dengan organisasi lainnya, bukan suatu hal yang awam pula untuk menjalin kooperasi antar PPI cabang yang berada di daerah yang berdekatan untuk menyelenggarakan acara yang berskala lebih besar. Kelebihan kooperasi tersebut adalah bahwa kami dapat kembali menjangkau para mahasiswa yang tinggal di luar wilayah PPI masing-masing. Bulan Oktober 2018 PPI Duisbug-Essen dan PPI Bochum-Dortmund bekerja sama dalam penyelenggaraan Pragiwaksono World Tour, sebuah tur Stand-Up comedy oleh Pandji Pragiwaksono yang berhasil menghibur banyak mahasiswa dan warga Indonesia lainnya di Nordrhein-Westfalia. 

Aktivitäten indonesischer Studentenvereinigung in Deutschland (Varinia)

PPI Duisburg-Essen dan PPI Bochum-Dortmund pada acara Pragiwaksono World Tour 2018 di kota Essen

Aktivitäten indonesischer Studentenvereinigung in Deutschland (Varinia)

Penonton Pragiwaksono World Tour 2018 di Essen

Berlandaskan contoh-contoh aktivitas tersebut, saya bisa merasakan bagaimana adanya kesatuan visi dan misi yang saya dan teman-teman dalam kepengurusan PPI miliki dalam membangun komunitas Indonesia.

Saya pun merasa kagum dan bangga bahwa banyak pelajar yang merasakan keperluan akan komunitas diantara kami dan berani mengambil langkah dan tanggung jawab untuk mewujudkan hal tersebut.

Selain itu, antusiasme mahasiswa lainnya yang mereka tunjukkan dengan keikutsertaan mereka dalam acara-acara PPI juga merupakan sebuah kontribusi yang besar. Melihat hal itu, saya berpikir bahwa PPI adalah sebuah bentuk investasi untuk komunitas Indonesia antar pelajar di masa depan.

Mengingat adanya regenerasi pengurus PPI dan juga banyaknya warga negara Indonesia yang menempuh studinya di negara yang terkenal dengan kecakapan teknologinya ini, saya berharap bahwa komunitas Indonesia di Jerman ini bisa menjadi aset yang dipelihara untuk jangka waktu yang lama.

Aktivitäten indonesischer Studentenvereinigung in Deutschland (Varinia)

Pesta Rakyat dalam rangka memperingati Hari Raya 17 Agustus

*Varinia saat ini sedang menempuh studi Media dan Ilmu Budaya di Universitas Heinrich-Heine Düsseldorf.

**DWNesiaBlog menerima kiriman blog tentang pengalaman unik Anda ketika berada di Jerman atau Eropa. Atau untuk orang Jerman, pengalaman unik di Indonesia. Kirimkan tulisan Anda lewat mail ke: dwnesiablog@dw.com. Sertakan 1 foto profil dan dua atau lebih foto untuk ilustrasi. Foto-foto yang dikirim adalah foto buatan sendiri.