Masjid Mobil: Cara Jepang Hormati Atlet Muslim di Olimpiade 2020 | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 25.07.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Toleransi Beragama

Masjid Mobil: Cara Jepang Hormati Atlet Muslim di Olimpiade 2020

Jepang membuat proyek "Masjid Mobil" menyongsong kehadiran atlet Muslim pada Olmipade dan Paralimpiade 2020. Proyek mengikutsertakan para mahasiswa Muslim yang sedang kuliah di Jepang.

Sebuah sinyal toleransi agama  dari Jepang dilpontarkan dua tahun menjelang digelarnya Olimpiade dan Paralimpiade 2020. Wujudnya adalah sebuah truk yang dimodifikasi menjadi masjid mobil full AC dan nyaman, bekapasitas untuk  50 orang shalat berjamaah.

Panitia penyelenggara menyebutkan, masjid mobil untuk para atlet Muslim itu akan ditempatkan di perkampungan atlet. Tapi tidak akan dipasang di stadium atau venue pertandingan.

"The Mobile Mosques" itu merupakan antisipasi atas kekhawatiran atlet Muslim yang akan berlaga dalam event olahraga akbar Olimpiade dan Paralimpiade.

Libatkan mahasiswa Muslim di Jepang

Truk yang dimodifikasi dengan teknologi termodern itu, dipamerkan belum lama ini di kota Toyota, Prefektur Aichi. Perencanaan pembuatan masjid mobil seharga 100 juta Yen atau sekitar 13 Milyar Rupiah itu dilakukan dengan melibatkan para mahasiswa Muslim yang kuliah di Universitas Yamaguchi.

Para mahasiswa juga diundang untuk melakukan ujicoba masjid mobil tersebut. Para mahasiswa menunjukkan satu hal yang masih kurang, yakni kompas yang menunjukkan arah Mekkah.

Pimpinan proyek Yasuharu Inoue mengatakan; "Dengan itu ia berharap dapat menyediakan tempat shalat bagi para atlet maupun penonton yang beragama Islam."

Sementara presiden perusahaan pembuat truk mesjid di Yanai, Tetsuro Akimoto mengharapkan, masjid mobil yang akan dipasang di wisma atlet itu bisa menunjukkan "omotenashi" bahasa Jepang untu keramahtamahan.

as/ (ebu)