Masa Berat bagi Bush? | Fokus | DW | 04.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Masa Berat bagi Bush?

Kongres kini dikuasai kubu Demokrat. Mereka akan turut menentukan haluan politik di Amerika Serikat.

Nancy Pelosi dan Presiden Bush di gedung Putih

Nancy Pelosi dan Presiden Bush di gedung Putih

„Selamat, selamat datang, dan saya bahagia dapat bekerja sama dengan Anda.“

Demikian sambutan gembira Presiden George W. Bush yang ditujukan pada kongres Amerika Serikat ke-110 yang secara resmi melangsungkan pekerjaan barunya hari Kamis ini.

„Saya penuh harapan, Partai Demokrat dan Partai Republik akan menemukan landasan bersama untuk mengabdi pada rakyat dan menyelesaikan tugas-tugasnya.“

Kata-kata manis ini dilontarkan Presiden Bush mengingat kongres dikuasai partai Demokrat yang dapat menyusahkan Presiden Bush di tahun-tahun terakhir di masa pemerintahanya. Namun, ia mengingatkan lawannya:

„Kongres berubah, akan tetapi kewajiban kami tidak.“

Harry Reid yang akan menjadi pemimipin mayoritas senat, sejak pemilu selalu melontarkan pernyataan meyakinkan bahwa kerja sama antara partai Demokrat dan Republik akan berjalan lancar. Ia menyerukan:

„Pemilu sudah berakhir. Kini, yang harus dilakukan adalah melangkah maju dengan membuka diri, agar keberhasilan dapat dicapai. Kami telah berjanji, dan kami akan memenuhinya.“

Tidak mengherankan Senator Harry Reid begitu murah akan janji. Partai Demokrat berhasil menjadi mayoritas di kongres. Merekalah yang sekarang menentukan haluan politik Amerika Serikat. Ketua Parlemen Nancy Pelosi menjelaskan:

„Partai Demokrat telah mendengarkan suara rakyat. Rakyat menginginkan, agar integritas kembali di Washington. Dan kami akan membentuk kongres yang paling jujur, etis dan terbuka dalam sejarah.“

Reformasi dalam sistem kesehatan, kenaikan upah minimum, penelitian sel inti, pembaruan sumber energi serta kredit ringan bagi mahasiswa – semua isu ini akan diusung Nancy Pelosi pada masa awal kongres baru tanpa terlebih dahulu berunding dengan komite-komite terkait. Kubu Repulikan sangat kecewa. Seorang Republikan menuturkan:

„Saya sangat kecewa. Ini tidak sesuai dengan yang telah dijanjikan kepada kami.“

Namun, kalangan Demokrat menjelaskan bahwa „Undang-Undang Kilat“ tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan janji pemilu mereka. Karena, telah didiskusikan dalam kongres sebelumnya, namun digagalkan oleh kubu Republikan yang saat itu mendominasi kongres.

Nampaknya, kedua partai masih harus berupaya keras untuk dapat bekerja sama dengan harmonis. Apalagi, Presiden Bush menegaskan prioritas rancangan anggaran belanja adalah untuk melindungi diri dari kelompok teror dan radikal.