1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Carles Puigdemont
Foto: picture-alliance/AP/O. Matthys

Carles Puigdemont Ditangkap di Jerman

25 Maret 2018

Mantan pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont ditangkap di Jerman. Ia ditangkap ketika melintas di negara bagian Schleswig-Hostein di Jerman Utara.

https://www.dw.com/id/mantan-pemimpin-catalonia-carles-puigdemont-ditangkap-di-jerman/a-43123485

Carles Puigdemont ditangkap sekitar pukul 11:19 siang waktu Jerman, di jalan bebas hambatan oleh polisi pengawas jalan bebas hambatan. Demikian dikatakan Kantor Kriminalitas negara bagian Schleswig-Holstein di kota Kiel.

Alasan penangkapannya adalah perintah penangkapan yang berlaku di seluruh Eropa. Sebelum peristiwa dilaporkan sejumlah kantor berita, pengacara Puigdemont Jaume Alonso-Cuevillas sudah menyatakan lewat jejaring sosial Twitter tentang penangkapan kliennya. Sebelum memasuki wilayah Jerman, ia berada di Finladia. Jumat lalu ia mengadakan perjalanan kembali ke Belgia.

Oktober lalu, departemen kehakiman Spanyol menggeser Puigdemont akibat upayanya untuk memisahkan Catalonia dari Spanyol dan menjadi presiden kawasan itu. Untuk menghindari pengejaran di Spanyol, politisi itu melarikan diri ke pengasingan di Belgia.

Puigdemont terancam hukuman penjara 30 tahun

Kehakiman Spanyol menuduh Puigdemont dan sejumlah politisi lainnya, mengadakan pemberontakan, menyulut huru-hara dan menyalahgunakan dana publik. Jika dinyatakan bersalah ia diancam hukuman penjara sampai 30 tahun.

Baca juga: Spanyol Tahan Eks Menteri Catalonia, Puigdemont Jadi Buron

Setelah referendum kemerdekaan diadakan di Catalonia Oktober 2017, Spanyol sudah meminta perintah penangkapan terhadap Puitdemont. Ketika pemeriksaan masih berjalan di Belgia, mahkamah tertinggi Spanyol secara mengejutkan menarik kembali permintaan itu. Jumat malam lalu, permintaan kembali diajukan. Demikian laporan media.

Baca juga: Partai-Partai Separatis Menangkan Mayoritas di Parlemen Catalonia

Catalonia Langsungkan Pemilu Regional Di Tengah Krisis Perpecahan

Ketika pemilu diadakan Desember lalu di Catalonia, partai-partai yang menuntut kemerdekaan kembali mendapat mayoritas suara di parlemen. Sehingga Puigdemont kembali jadi calon presiden Catalonia. Namun beberapa pekan lalu Puigdemont menyatakan tidak bersedia menjadi presiden.

ml/vlz (rtr, afp)