Mantan Pekerja Konsulat Inggris Mengaku Disiksa Agen Cina | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 20.11.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Hong Kong

Mantan Pekerja Konsulat Inggris Mengaku Disiksa Agen Cina

Seorang mantan karyawan Konsulat Inggris di Hong Kong mengaku telah ditahan dan disiksa oleh polisi rahasia Cina. Mereka berusaha menggali informasi tentang protes berkepanjangan di sana, ujarnya.

Simon Cheng mengatakan dalam sebuah pernyataan online dan wawancara di media bahwa kepalanya ditutupi, ia dipukuli, dilarang tidur serta dirantai ke sebuah kerangka berbentuk X oleh agen-agen dari Cina yang berseragam dan berpakaian biasa.

Mereka berusaha mencari informasi tentang aktivis yang terlibat dalam protes berbulan-bulan di Hong Kong serta mengenai pihak Inggris yang dipercaya turut berperan dalam demonstrasi berkepanjangan ini.

Pada bulan Agustus, Cheng ditahan selama lebih dari dua minggu ketika ia dalam perjalanan ke daratan Cina. Ketika ditahan, Cheng bekerja untuk tim pengembangan bisnis pada Konsulat Inggris di Hong Kong. Polisi Cina mengatakan pada saat itu bahwa Cheng telah "mengakui perbuatan ilegalnya," tanpa memberikan rincian spesifik.

Dalam pengakuan terperinci yang dipublikasikan di Facebook, Cheng mengatakan dia belum "sepenuhnya pulih dari trauma terhadap apa yang telah menimpanya."

"Saya berbicara sekarang karena kasus ini relevan bagi kepentingan publik untuk mengetahui cacatnya proses hukum di daratan Cina, tetapi saya telah mencoba yang terbaik untuk melindungi privasi pribadi," tulisnya.

Dia juga mengutuk "perburuan penyihir yang dilakukan oleh corong Partai Komunis Cina." 

Berbicara kepada Wall Street Journal, Cheng mengatakan dia ditanyai berulang kali tentang peran Inggris yang oleh para interogator dianggap ikut menyulut kerusuhan di Hong Kong.

Dalam kondisi ketakutan, Cheng mengatakan dia membagikan kata sandi telepon dan akun media sosialnya. Ia juga menyebut dua pejabat konsuler Inggris yang diduganya memiliki latar belakang militer dan intelijen, serta memberikan rincian beberapa orang yang terlibat dalam protes.

"Sama dengan penyiksaan"

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengecam keras perlakuan Cina terhadap Cheng, yang katanya "sama dengan penyiksaan." Dia juga memanggil duta besar Cina di London untuk mengungkapkan kemarahan pemerintah Inggris dan menuntut Beijing untuk menyelidiki dan meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat.

Sementara itu, protes menentang pemerintah terus berlangsung selama berbulan-bulan di Hong Kong dan kerusuhan telah meningkat selama beberapa minggu terakhir.

Cina juga telah berulang kali mengkritik negara asing, khususnya Amerika Serikat dan Inggris. Cina menganggap dua negara itu mencampuri urusan dalam negerinya berdasarkan reaksi terhadap bentrokan dan kekerasan yang terjadi di Hong Kong selama ini.

ae/vlz (AP, Reuters)

Laporan Pilihan