1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Mantan Panglima Sri Lanka Ditangkap

9 Februari 2010

Mantan panglima militer Sri Lanka yang juga merupakan kandidat yang kalah dalam pemilu presiden lalu, Sarath Fonseka, akan diajukan ke pengadilan militer. Ia ditangkap di kantornya oleh pasukan tentara, Senin (08/02).

https://p.dw.com/p/Lws6
Mantan Panglima Sri Lanka Sarath FonsekaFoto: AP

Beberapa jam sebelum penangkapan Sarath Fonseka yang berlangsung dramatis, mantan kandidat yang kalah dalam pemilu presiden di Sri Lanka baru-baru ini, angkat suara. Mantan panglima militer Sri Lanka itu menyatakan siap bersaksi dan menjalani pemeriksaan pengadilan internasional manapun, terkait tudingan bahwa militer Sri Lanka melakukan kejahatan perang dalam operasi penumpasan gerilyawan Macan Tamil, tahun 2009 lalu.

Setelah aksi penangkapan itu, dalam pernyataan tertulis di situs internet, Kementrian Pertahanan di Kolombo menyatakan, Fonseka akan dihadapkan ke pengadilan militer, dengan tuduhan melakukan sejumlah pelanggaran dalam aksi militer yang dipimpinnya. Seorang pejabat militer mengungkapkan, saat ini Fonseka ditahan di lokasi yang dirahasiakan, sambil menunggu proses hukum yang diajukan terhadapnya.

Jendral bintang empat berusia 59 tahun tersebut berhenti dari jabatannya sebagai panglima, setelah terjadi silang sengketa dengan Presiden Mahinda Rajapakse, yang kemudian ditantangnya dalam pemilu presiden lalu.

Sri Lanka Wahlen Präsident Mahinda Rajapaksa wiedergewählt
Presiden Sri Lanka Mahinda RajapaksaFoto: AP

Setelah Mahinda Rajapakse kembali memenangkan pemilu 26 Januari lalu, pemerintah menuduh Fonseka menyusun rencana kudeta untuk menumbangkan Rajapakse dan membunuhi anggota keluarganya.

Pada awal bulan Februari ini, Presiden Rajapakse juga memecat sejumlah petinggi militer. Kementrian Pertahanan menyodorkan alasan, para petinggi militer itu merupakan ancaman bagi keamanan nasional.

Pemerintah juga menaruh kekhawatiran bila Fonseka bersaksi sebelum pemeriksaan dilakukan terkait tuduhan kejahatan perang dalam penumpasan kelompok Macan Tamil. Sesaat menjelang ditangkap, Fonseka berujar tidak akan melindungi siapapun yang menurutnya terkait dengan kejahatan perang dalam penumpasan Macan Tamil. Sebelumnya, pemerintah menolak seruan internasional, agar dilakukannya penyelidikan terhadap Menteri Pertahanan Gotabhaya Rajapakse, saudara lelaki Presiden Mahinda Rajapakse, yang memerintahkan pembunuhan para pemimpin gerilyawan yang menyerah.

Fonseka, November 2009 lalu memperpendek waktu kunjungannya ke Amerika Serikat. Ia sebenarnya tidak berkeberatan diperiksa terkait masalah kejahatan perang di Sri Lanka. Namun ia ditekan untuk bergegas meninggalkan negeri Paman Sam itu, karena pemerintah Sri Lanka khawatir, Fonseka akan diminta menyerahkan bukti dugaan keterlibatan saudara lelaki Presiden Mahinda, yaitu Gotabhaya Rajapakse, dalam kasus kejahatan perang.

Sri Lanka 19. Mai
Sri Lanka merayakan kemenangan atas Macan TamilFoto: AP

Sekitar 7000 warga sipil terbunuh dalam pertempuran penentuan antara militer Sri Lanka melawan gerilyawan Macan Tamil.

AP/AS/rtr/dpa