Mantan Jaksa Agung Iran Terpaksa Lari Dari Pengobatan di Jerman | dunia | DW | 12.01.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Mantan Jaksa Agung Iran Terpaksa Lari Dari Pengobatan di Jerman

Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi yang sedang berobat di Hannover bergegas kembali ke Iran, setelah Kejaksaan Jerman menyatakan memeriksa kasus pelanggaran HAM berat.

Kejaksaan Federal Jerman diberitakan memeriksa kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi selama Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi menjabat setara Jaksa Agung di Iran dari 1999 sampai 2009.

Mahmoud Hashemi Shahroudi antara lain dituduh mengukuhkan hukuman mati terhadap anak-anak. Kejaksaan Federal Jerman mempertimbangkan gugatan dengan dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Namun hingga kini, bukti-bukti yang ada belum cukup untuk mengeluarkan perintah penangkapan.

Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi sudah beberapa minggu dirawat di rumah sakit khusus Hannover. Begitu muncul berita tentang penyelidikan Kejaksaan Federal Jerman, dia dan para pendampingnya segera meninggalkan Jerman dari bandara Hamburg, kata seorang juru bicara kepolisian setempat.

Menurut keterangan organisasi hak asasi Amnesty International, Mahmoud Hashemi Shahroudi memang mengukuhkan banyak sanksi hukuman mati terhadap anak-anak dan remaja. Tahun 2004 misalnya, seorang gadis usia 16 tahun yang jadi korban pemerkosaan dihukum mati dengan tuduhan „berzinah". Seorang anak lelaki berusia 13 tahun tahun 2007 dihukum mati atas tuduhan „melakukan hubungan homoseksual".

Seorang juru bicara Kejaksaan Federal Jerman  mengatakan kepada kantor berita AFP, pihaknya memang mengumpulkan bahan-bahan tentang peran Mahmoud Hashemi Shahroudi untuk memeriksa apakah langkah hukum bisa dilakukan terhadapnya.

Ketika rombongan Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi akan berangkat dari bandara Hamburg, puluhan orang melancarkan aksi protes dan menuntut penangkapannya. Menurut kepolisian Hamburg, aksi itu berlangsung damai.

Deutschland Jahres-Pk Hamburg Airport - Helmut Schmidt (picture-alliance/dpa/D. Bockwoldt)

Bandara Internasional Hamburg

Kalangan gerakan oposisi Iran di Berlin menyatakan, beberapa warga Iran mengajukan gugatan resmi di Jerman terhadap mantan Jaksa Agung Iran itu. Antara lain beberapa warga Iran yang pernah menjadi tahanan politik. Mereka menyatakan, Shahroudi hingga kini masih memakai pasrpor diplomatik, sehingga sulit dijerat hukum di luar negeri.

Politisi Partai Hijau Volker Beck juga mengajukan gugatan resmi. Dia juga menuntut pemeriksaan parlemen, sejak kapan Shahroudi berada di Jerman, dan mengapa dibiarkan berobat di Jerman selama beberapa minggu tanpa ada gugatan.

Bahwa Mahmoud Hashemi Shahroudi berhasil meninggalkan Jerman, adalah hal „memalukan", kata Volker Beck. Namun peristiwa ini ada juga hikmahnya, karena para pelanggar HAM harus tahu, mereka tidak bisa lagi merasa aman di setiap tempat.

„Mereka tidak bisa lagi bergerak bebas di mana saja", tandas Volker Beck.

hp/ts (afp, dpa)

 

Laporan Pilihan

Iklan