1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
IptekAmerika Serikat

Mantan Intelijen AS Tuduh Pemerintah Tutupi Info soal UFO

27 Juli 2023

Seorang mantan anggota intelijen bernama David Grusch mengaku bahwa otoritas AS telah menutupi informasi menyangkut benda luar angkasa. Pentagon membantah keras pernyataan tersebut.

https://p.dw.com/p/4URQt
David Grusch dalam rapat dengan Kongres Amerika Serikat
Foto: suasana rapat dengar pendapat Kongres Amerika Serikat dengan David Grusch, di Capitol Hill, Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (26/07)Foto: Elizabeth Frantz/REUTERS

Mantan perwira intelijen David Grusch memberikan keterangan kepada Kongres Amerika Serikat bahwa pemerintah telah menutup-nutupi bukti benda terbang tak dikenal (unidentified flying objects/UFO) "bukan manusia” pada Rabu (26/07). Namun, pihak Pentagon telah membantah keras pernyataan tersebut.

Apa isi klaim Grusch terkait UFO?

Grusch mengatakan kepada sebuah komite di Kongres AS bahwa dia "benar-benar” percaya bahwa pemerintah memegang kendali soal Fenomena Udara Tak Dikenal (Unidentified Aerial Phenomena/UAP), sebuah istilah yang digunakan Pentagon menyangkut soal UFO.

"Saya diberitahu, semasa saya menjalankan tugas resmi, menyangkut program pencarian kecelakaan UAP dan rekayasa mundur (sebuah teknik program dalam dunia IT) dalam beberapa dekade,” kata Grusch.

"Saya mengambil keputusan, berdasarkan data yang saya kumpulkan, untuk melaporkan hal ini kepada atasan saya dan beberapa inspektur jenderal, sehingga saya jadi pelapor,” ujar dia.

Saat dicecar terkait detail informasi itu, Grusch mengaku dirinya tak bisa berkomentar lebih karena informasi itu masih bersifat rahasia.

Dia mengaku telah mewawancarai secara langsung orang-orang yang punya pengalaman langsung dengan benda asing itu.

Melatih Astronot untuk Misi Baru ke Bulan

"Testimoni saya berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari sejumlah pihak yang memiliki rekam jejak legitimasi dan pengabdian kepada negara ini,” sebut Grusch sambil menambahkan kalau beberapa dari mereka juga "melampirkan bukti yang meyakinkan berupa foto, dokumentasi resmi hingga pernyataan lisan yang dirahasiakan.”

Merespons itu, anggota Kongres AS Tim Burchett mendukung pernyataan kalau pemerintah telah menyembunyikan informasi, dengan mengatakan "kami akan membongkar apa yang telah ditutupi” pada awal sidang.

"Ini merupakan sebuah masalah transparansi kepemerintahan. Kita tidak bisa percaya kepada pemerintah yang tidak mempercayai rakyatnya,” ujar dia.

Respons pemerintah AS

Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Departemen Pertahanan Sue Gough menyebut para penyelidik belum menemukan "informasi yang terverifikasi untuk mendukung klaim kalau ada program terkait kepemilikan hingga rekayasa mundur soal materi luar angkasa, baik di masa lalu ataupun yang berlangsung saat ini.”

Sementara itu, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan kalau dia tidak berhak untuk berkomentar terkait persoalan kehidupan yang ada di luar Bumi.

"Apa yang kami percaya adalah bahwa ada fenomena udara yang tidak dapat dijelaskan, yang diambil dan dilaporkan oleh para pilot Angkatan Laut dan Udara,” kata Kirby, "Kami tidak punya jawaban terkait fenomena tersebut.”

Kepala All-Domain Anomaly Resolution Office Pentagon, Sean Kirpatrick, departemen yang tengah menyelidiki UAP, mengatakan kepada anggota Kongres di awal tahun ini bahwa departemennya "menemukan tidak adanya bukti yang kredibel terkait aktivitas luar angkasa, teknologi luar angkasa, atau objek yang bertentangan dengan hukum fisika.”

Pada Mei 2023, NASA mengadakan pertemuan publik pertamanya terkait UAP ini. NASA menyerukan pendekatan ilmiah yang lebih ketat demi memperjelas asal-usul dari ratusan penampakan yang terjadi.

mh/pkp (AP, AFP)