Mandela terima penghargaan amnesty internasional | dunia | DW | 02.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Mandela terima penghargaan amnesty internasional

Rabu (1/11) organisasi pembela hak azasi, Amnesty Internasional, menganugerahkan gelar "Duta Besar Hati Nurani" kepada Nelson Mandela. penghargaan itu diberikan Amnesty Internasional kepada orang-orang yang dinilai memberikan sumbangan besar terhadap perlindungan hak azasi manusia.

Seperti biasa Nelson Mandela yang sekarang berusia 87 tahun bercanda dengan sikap yang ramah. Nelson Mandela, pahlawan nasional Afrika Selatan yang pernah memenangkan hadiah perdamaian Nobel, sekarang menyandang gelar tambahan. Presiden terpilih Afrika Selatan pertama yang berkulit hitam itu menunjukkan kegembiraan atas penghargaan yang diterimanya. Di acara penganugerahan itu sekjen organisasi Amesty Internasional, Bill Shipsey menyebut Nelson Mandela yang mencetuskan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di Afrika Selatan, sebagai tokoh panutan bagi seluruh dunia. Upaya Mandela membela para pengidap virus HIV positif dan korban penyakit AIDS, disamping itu perjuangan untuk mencapai dunia yang lebih adil, menjadikannya tokoh yang tepat sebagai suara hati nurani. Bill Shipsley mengatakan:

Bill Shipley:

"Sejak dibebaskan pada tahun 1990, Mandela menjadi tumpuan harapan dan inspirasi suatu generasi di seluruh dunia. Ia menunjukkan, bahwa tidak ada krisis dan pelanggaran Hak Azasi Manusia yang tidak bisa diatasi, selama kita memiliki keberanian dan kekerasan hati untuk melakukannya. Ini juga berlaku bagi masalah AIDS, kekerasan terhadap perempuan maupun pembantaian etnis di Darfur. Ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikannya..."

Shipley menambahkan, secara politik maupun sebagai manusia kepemimpinan Mandela merupakan inspirasi yang telah memperkaya kehidupan jutaan manusia di dunia. Afrika Selatan yang dulunya diperintah rejim apartheid yang rasis berubah menjadi pemerintah yang demokratis dan bebas, di mana warga kulit hitam dan putih dapat hidup berdampingan. Perubahan yang berlangsung relatif damai itu terjadi berkat upaya Nelson Mandela. Demikian ungkap Shipley.

Juga pemenang habiah Nobel Kesusastraan, Nadine Gordimer dari Afrika Selatan, menyebut Mandela sebagai Fenomena Hati Nurani Dunia yang tanpa lelah memperjuangkan kebebasan. Dalam kata sambutannya, Gordimer menyamakan Mandela dengan almarhum Che Guevara, seorang tokoh Amerika Latin.

Nadine Gordimer:

"Mandela itu ibarat hati nurani manusia. Ia mengundang orang yang menjebloskannya ke penjara dan memaafkan tindakannya. Kemudian ia mengkritik pemerintah sekarang, yang tidak berbuat cukup dan kurang memerhatikan jumlah korban penyakit AIDS. Kesadaran dan kehidupan merupakan bentuk solidaritas. Dari dulu hingga kini, ia tetap seorang revolusioner."

Sementara Mandela menilai pengentasan kemiskinan perlu diutamakan. Sekitar 50 persen rakyat Afrika Selatan hidup di bawah batas kemiskinan.

Nelson Mandela:

"Upaya mengentaskan kemiskinan bukan tindakan amal, melainkan tindak keadilan. Dengan melakukannya kita melindungi hak azasi manusia, yaitu hak untuk hidup bermartabat. Selama masih ada kemiskinan di dunia, kebebasan yang sebenarnya belum terpenuhi."

Iklan