Mabuk Akibat Ganja, Polisi Toronto Minta Bantuan Rekannya | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 30.01.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Kanada

Mabuk Akibat Ganja, Polisi Toronto Minta Bantuan Rekannya

Dua petugas kepolisian Toronto, Kanada, terpaksa meminta bantuan rekannya karena mereka mengalami halusinasi setelah memakan biskuit yang mengandung ganja. Keduanya diskors akibat insiden ini.

Dua polisi Toronto telah diskors setelah diduga mengkonsumsi ganja hasil sitaan. Juru bicara Dinas Kepolisian Toronto mengkonfirmasi bahwa dua petugas dari pusat kota 13 Divisi tengah diselidiki terkait kasus ini. Namun ia tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut.

Sumber dari kepolisian mengatakan kepada Global News bahwa kedua petugas tersebut diduga telah mengkonsumsi biskuit ganja saat bertugas akhir pekan lalu. Dilaporkan, beberapa saat setelah mengkonsumsi, mereka mengalami halusinasi dan lewat radio komunikasi meminta bantuan petugas polisi lain.

Insiden ini terjadi beberapa jam setelah polisi Toronto melakukan razia di sebuah tempat di barat pusat kota Toronto, dan berhasil menyita ganja. Tidak jelas, apakah kedua petugas polisi yang mabuk tersebut ikut terlibat dalam razia ini atau tidak.

Kanada akan legalkan ganja

Bulan November 2017, pemerintah Kanada menyatakan akan melegalkan ganja mulai tahun 2018. Dalam kampanye pemilu tahun 2015, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berjanji untuk melegalkan penggunaan ganja. Rencananya undang-undang baru seputar ganja akan diterapkan mulai 1 Juli 2018. Didalamnnya tertulis bahwa warga negara dewasa diizinkan untuk membeli atau memiliki sejumlah kecil ganja.

Di bawah undang-undang baru ini, peritel swasta atau pemerintah dapat menjual ganja dan produsen berlisensi dapat menanam tanaman tersebut. Sejak tahun 2001, Kanada telah melegalkan penggunaan ganja untuk keperluan medis. Pasar gelap ganja Kanada diperkirakan beromset antara 7 miliar hingga 10 miliar Dollar Kanada per tahun.

yf/vlz (huffingtonpost,ctv news, globalnews)

 

Laporan Pilihan