1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

161209 Sacharow-Preis Verleihung

17 Desember 2009

Pengumuman pemenang hadiah Sakharov sudah diumumkan 22 Oktober lalu. Ketua Parlemen Eropa menyerahkan hadiah itu kepada tiga aktifis dan pengritik Kremlin di Straßburg, Perancis, Rabu (16/12).

https://p.dw.com/p/L6AG
Logo Hadiah Sacharov

"Ada hari-hari tertentu, di saat saya sangat bangga menjadi ketua parlemen Eropa. Dan hari ini adalah hari seperti itu.“

Demikian tutur Ketua Parlemen Eropa Jerzy Buzek Rabu (17/12) di Straßburg. Kemudian ia mempersilahkan Oleg Orlow, Sergej Kowaljow dan Ljumdmila Alexewa untuk maju ke depan. Sebuah momentum yang luar biasa di parlemen Eropa. Karena kali ini nampaknya semuanya pas. Yang menyerahkan Hadiah Sacharov adalah ketua Parlemen Eropa. Ia sendiri perintis perjuangan hak asasi manusia di Polandia. Kemudian para pemenangnya adalah pejuang hak asasi yang hingga kini masih mempertaruhkan hidupnya demi perjuangan mereka. Dan penghargaannya sendiri diberi nama Andrej Sacharov, seorang pejuang hak asasi Rusia. Ia tutup usia tepat dua puluh tahun lalu.

Selama dua puluh tahun,, lembaga swadaya masyarakat Memorial“ memperjuangkan hak-hak dasar di Rusia dan wilayah bekas Uni Soviet. Arti kata memorial dalam bahasa Rusia adalah tugu atau tempat peringatan. Nama yang tepat bagi organisasi hak asasi manusia itu. Karena organisasi tersebut mengupayakan agar pegiat hak asasi yang diintimidasi bahkan dibunuh oleh penguasa Uni Soviet tetap dikenang. Awalnya untuk korban Badan Kemanan Negara Uni Soviet, Gulag, kemudian korban perang Chechnya dan kini membela warga yang dilukai hak asasinya.

Sergej Kowaljov, yang sempat menghabiskan empat tahun di tahanan kerja paksa, mengenang para korban. Ia mengatakan, bahwa hadiah Sacharov akan disumbangkan pada korban yang mempertaruhkan hidupnya di bekas Uni Soviet dan Rusia.

Ia antara lain menyebut nama aktifis Natalja Estemirova yang dibunuh beberapa bulan lalu di Chechnya dan jurnalis Anna Politkowskaja. Pembunuhan terhadap Politkowskaja menunjukkan betapa besarnya bahaya jika menentang rezim Rusia di wilayah yang masih berada di awah pengaruh kekuasaannya.

Parlemen Eropa menganugerahkan Hadiah Sacharov kepada lembaga "Memorial“ dengan dua alasan. Pertama, untuk melindungi para aktifis hak asasi manusia. Terutama pemenang Oleg Orlow membutuhkan perlindungan semacam itu, karena baru-baru ini Presiden Chechnya Ramsan Kadyrov merekayasa sebuah perkara pidana terhadapnya. Alasan kedua, anggota parlemen Eropa mengharapkan, sumbangan hadiah pada ketiga pejuang hak asasi "Memorial“ itu dapat mengesankan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

Seorang anggota parlemen dari kubu hijau Werner Schulz memaparkan, selama ini yang mendapat hadiah itu selalu disebut sebagai mata-mata. Schulz melanjutkan, bahwa Putin pernah mengatakan, mereka itu seperti serigala yang mengendap-endap di sekitar kedutaan asing. Kali ini dalam pidatonya presiden Rusia memuji pekerjaan "Memorial. Mungkin ini merupakan sebuah kemajuan kecil.

Partai Hijau menominasi Memorial untuk Hadiah Sacharov. Namun para pemenang tidak seoptimis seperti anggota Parlemen Werner Schulz. Kowaljov, jangan ada yang mengira bahwa stalinisme di Rusia merupakan kejadian masa lampau. Sifat totaliter tetap ada dan jika dibutuhkan akan diterapkan untuk melakukan teror.

Martin Durm/Andriani Nangoy

Editor: Asril Ridwan