1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Lima Tahun Raul Castro

Rafael Plaisant Roldão4 Februari 2013

Raúl Castro selama ini melakukan lebih banyak untuk membuka ekonomi Kuba dibanding Fidel selama 50 tahun. Tapi ia terhambat struktur negara dan sengketa politik.

https://p.dw.com/p/17Xbp
Oldtimer in den Straßen von Havanna/Kuba - April 2009 Bild: Wulf Wilde, April 2009
KubaFoto: DW/Wulf Wilde

Sebuah pusat budaya di tengah kota Havanna Juli tahun lalu menjadi topik pemberitaan. Teater El Cabildo dikenal sebagai perusahaan swasta terbesar di ibukota Kuba, sebagai contoh perubahan yang diumumkan Raul Castro dan semacam bangkitnya kembali kehidupan malam seperti masa sebelum revolusi tahun 1959. Kala itu Havanna masih dipenuhi dengan kabaret dan teater. Tapi hanya satu bulan sesudahnya pusat budaya itu harus menutup pintunya kembali.

Presiden tidak memberlakukan sikap istimewa bagi musisi. Pemilik El Cabildo, seorang musisi berusia sekitar 50 tahun dituduh memperkaya diri sendiri. Selain itu izin pendirian pusat budaya, yang baru dibuka 10 bulan lalu dicabut. Di El Cabildo, yang merupakan campuran restoran dan teater, terdapat sekitar 150 perkerja. Upah mereka kebanyakan lebih tinggi sekitar empat kali lebih tinggi dibanding upah rata-rata di ibukota Kuba, Havanna.

Kubanische Straßenmusiker, Santiago de Cuba, Kuba / Musiker, Musik, musizieren
Musisi jalanan Kuba Santiago de CubaFoto: picture-alliance/dpa

Bagi banyak warga Kuba, kasus di teater itu adalah contoh untuk kerancuan yang ditinggalkan perubahan Raul Castro dalam masyarakat. Sejak Raul mengambil alih jabatan presiden Februari 2008, beberapa hal memang berubah. Tapi segera setelah tampaknya langkah baru diambil, selalu saja pintu dikunci. Apakah itu sehubungan birokrasi yang tidak transparan atau karena struktur umum negara itu. Dan ekonomi Kuba masih sulit dimasuki oleh perusahaan-perusahaan asing.

Politik ekonomi yang simpang siur di masa depan tidak akan berubah. Karena dalam pemilu Minggu (03/1) Presiden Kuba Raul Castro kembali terpilih, setelah memegang jabatan lima tahun.

Perubahan Politik dan Ekonomi

Seluruhnya Raul Castro mengumumkan sekitar 300 perubahan politik dan ekonomi. Di tingkat politik ia sementara ini mengganti sebagian besar jajaran pimpinan Partai Komunis dan melakukan kampanye memerangi korupsi negara. Selain itu, ia membatasi masa jabatan pemegang mandat politik. Setelah lima tahun mereka hanya dapat terpilih untuk satu kali masa jabatan lagi, setelah itu tidak lagi.

A Cuban farmer cleans the ground with a hoe at a farm in the Havana village of Bejucal, Cuba, on 04 April 2008. Cuban President Raul Castro tries to overcome the precarious and bad situation of Cuban countryside and give a new concept of agricultural structuring and new measures to raise the productivity, aimed at rationalizing the management and to guarantee low prizes on supplies of groceries and vegetables. Foto: EPA/ALEJANDRO ERNESTO +++(c) dpa - Report+++
Pertanian KubaFoto: picture alliance / dpa

Raul Castro diperkirakan, dimana ia meminta para pimpinan baru di Kuba tidak terlalu banyak membahas sasaran-sasaran revolusioner dan lebih banyak berkonsentrasi pada perbaikan ekonomi yang melemah. Selain itu ia membuka sektor swasta kecil, yang sebelumnya tidak pernah ada, mengizinkan pembelian dan penjualan rumah-rumah dan mobil-mobil bekas serta memulai dilakukannya industri swasta.

Antara tahun 2010 hingga akhir 2012 jumlah perusahaan kecil meningkat dari 160 ribu menjadi 400 ribu. Tapi sistem yang tidak menunjang ekonomi dan sengketa politik internal selalu meredam kembali semangat warga Kuba. Demikian pula kasus-kasus seperti yang terjadi pada El Cabildo.

"Perekonomian Kuba saat ini menunjukkan kekuatan lebih besar dibanding lima tahun lalu. Tapi reformasi yang dilakukan kurang. Pemerintah harus mampu menciptakan perubahan lebih mendalam. Semua kesalahan khas ekonomi komando masih ada,“ demikian ditekankan warga Kuba yang tinggal di AS Lopez-Levy.

epa03535917 A man shows his passport as he leaves immigration offices in Havana, Cuba, on 14 January 2013, the day when the awaited immigration reform becomes effective in the island. With the arrengement promoted by president Raul Castro, Cubans will only need their passports and the visa, if it is required in the destination country, to go abroad, puting an end to the restrictive exit permit and invitation letter. EPA/Alejandro Ernesto +++(c) dpa - Bildfunk+++
Kuba keluarkan ijin bepergiannFoto: picture-alliance/dpa

Harapan Tipis

Meskipun pembukaan politis yang hati-hati, warga Kuba kurang optimis untuk lima tahun mendatang. Terutama perbaikan kebebasan warga masih dipandang tidak mungkin. Tindakan Raul Castro yang dipuji-puji, seperti izin untuk bepergian, di Kuba dan oleh warga Kuba di eksil, masih dipandang secara skeptis.

Juga pakar ekonomi Kuba Oscar Espinosa Chepe tidak puas. “Perubahan-perubahan tidak mengangkat negara dari krisis dan yang muncul bukanlah sektor non pemerintah, itu tidak dapat disebut sebagai sektor swasta. Sektor itu pada dasarnya sektor yang parallel untuk serangkaian peraturan yang ditetapkan, sebagaimana pajak, agar sektor itu tidak terlalu berkembang dan kepentingan negara tetap dapat diatur.”

In this photo released by Cuba's state-run Granma newspaper, Cuba's President Raul Castro, left, welcomes Venezuela's President Hugo Chavez upon his arrival to Havana, Cuba, Friday Feb. 24, 2012. Chavez arrived in Cuba for urgent surgery to remove a tumor he says is probably malignant. (Foto:Raul Abreu, Granma/AP/dapd)
Raul Castro sambut Hugo Chavez di Kuba 2012Foto: dapd

Venezuela Tidak Tenang

Di Kuba orang sepakat bahwa perekonomian yang lemah di negara itu akibat tidak stabilnya Venezuela akan semakin parah. Karena Venezuela adalah pendukung utama Kuba. Menurut Espinosa Chepe, banyak warga Kuba merasa tidak tenang sehubungan ketidakpastian Hugo Chavez dan masa depan Venezuela. Selain itu kemungkinan lepasnya dukungan Venezuela dipandang akan berdampak lebih buruk dibanding berakhirnya era Uni Sovyet.

"Struktur ekonomi Kuba saat ini jauh berbeda dibanding pada masa Uni Sovyet. Tapi ketidak pastian politik Venezuela buruk bagi Kuba, demikian ditekankan aktivis Hak Asasi Manusia.