Lima Tahun Misi ISAF di Afghanistan | dunia | DW | 08.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Lima Tahun Misi ISAF di Afghanistan

Situasi keamanan di Afghanistan kembali kritis. Pasukan ISAF yang sekarang dipimpin NATO belum mampu mengamankan situasi.

Pasukan NATO di Afghanistan

Pasukan NATO di Afghanistan

20 Desember 2001 Dewan Keamanan PBB telah mengesahkan resolusi nomor 1386 tentang pengiriman pasukan perlindungan internasional ISAF atau International Security Assistance Force. ISAF mendapatkan mandat untuk mendukung badan kemanan di Kabul dalam mempertahankan keamanan di Kabul dan sekitarnya, agar pemerintah Afghanistan, pekerja PBB dan juga banyak organisasi-organisasi pembantu lainnya dapat bekerja dengan aman. Setelah keputusan PBB ini ISAF diberikan kuasa untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan, termasuk tindak militer, untuk melaksanakan tugas mereka. Mandat penempatan ISAF pertama-tama dibatasi selama satu tahun. 4000 prajurit dari 18 negara, termasuk Jerman, ikut serta dalam misi ISAF di bawah komando Inggris ini.

Penduduk di Kabul, yang sudah menderita selama bertahun-tahun akibat perselisihan bersenjata memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang penempatan pasukan ISAF ini. Memang ada beberapa yang skeptis tetapi kebanyakan berharap untuk dapat kembali hidup dalam keadaan yang teratur. Juga sorang pegawai negeri, Karim Wahidi. Ia ingat, bahwa ia mempunyai banyak harapan ketika ia pertama kali melihat patroli pasukan ISAF.

„Waktu itu saya merasa bahwa masyarakat internasional akhirnya memutuskan untuk mengakhiri perang yang berkelanjutan di Afghanistan. Oleh karena itu kami sangat berharap tidak akan lagi melihat penjahat perang berkuasa.“

Atas permintaan pemerintah Afghanistan dan senada dengan keputusan PBB, pada pertemuan tingkat tinggi NATO di Istanbul bulan Juni 2004, diputuskan bahwa penempatan pasukan ISAF diperluas secara bertahap di seluruh Afghanistan. Saat ini 37 negara dengan sekitar 33.000 prajurit ikut serta dalam misi ISAF – diantaranya 2900 prajurit dari angkatan bersenjata Jerman. Mereka ditempatkan di utara dan timur laut Kabul yang relatif lebih tenang.

Sejak Agustus 2003 pimpinan ISAF dipegang oleh NATO. Markas utama mereka berada di Kabul dan markas ini bertindak sebagai komando operatif untuk keseluruhan misinya. Markas besar ini mempunyai hubungan erat dengan pimpinan operasi militer Amerika Serikat, “Operation Enduring Freedom”

Pendapat rakyat Afghanistan tentang penempatan pasukan ISAF sangat berbeda-beda. Di utara penempatan pasukan perlindungan internasional ini disambut dengan tenang. Tayabullah, seorang pedagang Afghanistan asal Masar-i-Syarif, berkata

“Kami puas. Keberadaan pasukan ISAF saja sudah memberikan kami perasaan aman. Kami pikir, mereka dapat mengendalikan kemanan.“

Sebaliknya, suasana di bagian selatan dirasakan lebih pahit, bahkan tegang. Disini masih ada pertarungan dan warga sipil masih menderita. Menurut Abdul Qadiem Patyal, seorang wartawan dari Kandahar

„Di Kandahar suasannya telah berubah. Awalnya penduduk melihat ISAF sebagai faktor stabilitas dan keamanan. Sayangnya situasi telah berubah beberapa waktu terakhir ini. Sekarang penduduk benci dan segan terhadap pasukan ISAF, karena ISAF selalu bereaksi secara tergesa-gesa dan gugup –contohnya atas serangan bunuh diri- dan hal ini mengakibatkan warga sipil terluka dan juga terbunuh.“

Tahun lalu pemberontakan kelompok radikal Islam – terutama dibagian selatan Afghanistan- menewaskan 4000 orang, diantaranya 1000 warga sipil.

Iklan