Lika-Liku Kesepakatan Nuklir Iran | Semua konten media | DW | 23.05.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Lika-Liku Kesepakatan Nuklir Iran

Donald Trump telah secara resmi menarik AS dari perjanjian nuklir internasional dengan Iran. Pemerintah AS terdahulu telah dengan susah payah menegosiasikannya selama bertahun-tahun dengan lima mitra internasional.

Pada 8 Mei, Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir, yang dinegosiasikan pemerintahan pendahulunya dengan lima mitra internasional - Rusia, Cina, Inggris, Perancis, Jerman - dan Iran. Berdasarkan perjanjian tersebut, Iran akan berhenti memperkaya uranium untuk menghasilkan senjata nuklir dengan imbalan kelonggaran sanksi yang selama bertahun-tahun membuat Iran terisolasi dari ekonomi internasional.

"Hari ini kami memiliki bukti yang jelas bahwa janji Iran ini bohong," kata Trump pada 8 Mei. "Pekan lalu, Israel menerbitkan dokumen intelijen - yang lama disembunyikan oleh Iran - yang menunjukkan rezim Iran dan sejarahnya mengejar senjata nuklir."

Meskipun Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengeluarkan pernyataan bahwa "tidak ada indikasi tentang kegiatan di Iran yang terkait dengan pengembangan perangkat peledak nuklir setelah 2009," Perdana Menteri Israel berhasil meyakinkan satu orang yang dibutuhkannya: Trump. DW menyajikan tinjauan kesepakatan, dari hari ketika para pejabat dari negara-negara negosiasi menandatanganinya sampai ke bagaimana pihak-pihak lain berencana untuk tetap berada dalam kesepakatan tanpa dukungan dari Amerika Serikat.