Lawatan Resmi Pertama Bush ke India | Fokus | DW | 01.03.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Lawatan Resmi Pertama Bush ke India

India terakhir kali dikunjungi seorang presiden Amerika Serikat tahun 2000 lalu. Sejak saat itu, India berkembang menjadi salah satu negara adi daya ekonomi di Asia.

Bush disambut demonstrasi anti-AS di India

Bush disambut demonstrasi anti-AS di India

Kini, Presiden George W. Bush akan menjadi presiden pertama AS yang berpidato di depan parlemen India di New Delhi. Dengan demikian, Bush menunjukkan penghormatannya kepada negara demokrasi terbesar dunia dengan satu miliar penduduknya.

India bukan hanya merupakan saingan serius AS di bidang ekonomi. India adalah salah satu negara kuasa atom, walaupun selama ini India masih menolak untuk meneken perjanjian non-proliferasi.

Program Atom India

Bulan Juli lalu, AS dan India menjalin kerja sama militer dan mencanangkan pakta nuklir. AS akan mendukung program atom India untuk keperluan sipil, setidaknya untuk mengamankan pasaran kebutuhan energi India yang terus meningkat. Tetapi perjanjian itu sendiri belum siap untuk ditanda-tangani dan menjelang keberangkatannya, Bush mengatakan:

George W. Bush: "Ini bukan keputusan yang mudah, baik untuk India maupun untuk AS. Akan makan waktu dan dibutuhkan kesabaran dari kedua pihak untuk mewujudkan perjanjian ini. Saya mengimbau India agar membeberkan rencana yang transparan, kredibel dan dapat dibenarkan, untuk memisahkan antara program atom sipil dan program militernya."

Di AS, pakta nuklir ini terutama ditentang oleh kongres. Masalahnya, di India masih tetap ada rasa anti Amerika yang berakar sejak zaman Perang Dingin, yaitu ketika India berdampingan erat dengan Moskow.

Kerjasama AS-India

Dengan kebangkitan ekonominya yang pesat, India berpotensi menjadi pasaran terpenting bagi produk AS. Tetapi sekaligus juga merupakan ancaman bagi pasar lapangan kerja di AS sendiri, karena semakin banyak perusahaan AS yang memindahkan bidang servisnya ke India, yang memiliki tenaga-tenaga trampil terutama di bidang teknologi informatika.

AS juga akan bekerja sama erat dengan India di bidang penerbangan ruang angkasa, pertanian dan penanggulangan penyakit Aids. Selain itu, India mengharapkan dukungan AS untuk memperoleh kedudukan tetap dalam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di satu pihak, India mendukung upaya AS untuk menghadapkan Iran ke Dewan Keamanan. Tetapi di lain pihak juga melirik pada minyak Iran, dan sudah ada rencana konkret untuk membangun pipa saluran gas dari India ke Iran.

Pakistan

Dari India Presiden Bush akan melanjutkan perjalanan ke Pakistan, yang bekerja sama erat dengan AS setelah serangan 11 September 2001. Pakistan juga berpihak pada AS dalam memerangi rezim Taliban di Afghanistan, walaupun mendapat tentangan dari kalangan Islam di dalam negeri. Tetapi setelah terjadinya serangan roket AS ke sebuah daerah pemukiman di kota Bajaur bulan Januari lalu, di Pakistan terjadi kerusuhan anti AS.

Bush yang dalam konflik India-Pakistan mendesak dicapainya penyelesaian yang adil, akan membantu Jendral Pervez Musharraf menghadapi para musuhnya di dalam negeri.

George W. Bush: "Presiden Musharraf masih mencerminkan negara yang modern, yang menghormati peranan Islam, tetapi sekaligus merupakan alternatif bagi Islam yang radikal. AS akan melanjutkan kerja sama dengan Pakistan untuk menguatkan lembaga-lembaga yang menjamin kebebasan dan menciptakan landasan bagi masa depan yang demokratis bagi warga Pakistan."

Dalam kaitan ini pemerintah AS berharap, pemilu yang direncanakan tahun 2007 di Pakistan akan berjalan bebas dan jujur. Setelah terjadinya gempa bumi di Pakistan, AS memberikan bantuan kemanusiaan sekitar setengah juta dollar.
Sehubungan dengan situasi yang masih tegang, Bush tidak sampai sehari penuh berada di Pakistan.