Lawan Thaksin Harus Ganti Haluan | Fokus | DW | 06.04.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Lawan Thaksin Harus Ganti Haluan

Kini giliran pihak oposisi Thailand untuk bertindak demi rekonsiliasi nasional

Pemilihan umum di Thailand

Pemilihan umum di Thailand

Pengunduran diri Thaksin Shiawatra merupakan konsekuensi dari kekalahannya dalam pemilihan. Dengan demikian ia membuka jalan untuk rekonsiliasi nasional. Thaksin mengatakan hendak turut membantu agar segala ketegangan dapat dituntaskan. Ia menyebut, peringatan 60 tahun bertahtanya raja Thailand sebagai alasan pengunduran dirinya. Karena pada peringatan ini, sebagai penghormatan kepada raja, seluruh rakyat Thailand seharusnya bersatu.

Langkah yang sangat bijaksana tentunya. Dengan cara demikian Thaksin, yang berumur 56 tahun itu dan dikagumi karena sikapnya karismatiknya, dapat melepaskan jabatannya tanpa harus kehilangan muka. Padahal sampai detik terakhir, Thaksin berusaha mempertahankan kekuasaanya. Selama ini ia menyatakan dirinya sebagai pemenang pemilihan, karena berhasil meraih suara mayoritas. Namun dikatakan, perbincangannya dengan Raja Bumibol-lah yang membuat Thaksin mengambil langkah mundur. Di negeri gajah putih apa yang dikatakan raja tidak boleh dibantah.

Sekarang giliran kelompok oposisi yang seharusnya bertindak, agar rekonsiliasi nasional dapat dilakukan. Aksi unjuk rasa yang dilancarkan pihak oposisi, yang menuntut agar Thaksin melepaskan jabatannya pada, akhirnya berhasil membuat Thaksin mundur. Akan tetapi, pihak oposisi mengabaikan prinsip demokrasi. Kelompok itu memboikot pemilihan sehingga parlemen tidak dapat mengambil keputusan dan memicu krisis politik. Kalangan oposisi bahkan meminta raja untuk mengganti Thaksin, yang dipilih secara demokratis itu, dengan seorang pilihan raja.

Kejadian ini menunjukkan bahwa dalam sebuah demokrasi yang masih muda pun, seperti halnya Thailand, masyarakat tidak rela disalahgunakan oleh pemerintahannya. Thaksin tidak memperhatikan ketidakpuasan rakyat Thailand terhadap meningkatnya korupsi dan mencampurkan politik dengan 'big business'. Thaksin juga tidak merasa bersalah sedikitpun, dengan menjual perusahaan raksasa telekomunikasi Shincorp yang didominasi saham keluarganya. Dalam penjuakan keluarga Thaksin meraih keuntungan 2 milyar dolar Amerika Serikat, tanpa membayar pajak. Dengan kesibukan bisninya, adalah tepat bila Thaksin menyingkir dari dunia politik.