Laporan Tahunan Organisasi Pangan Dunia | Sosial | DW | 25.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Laporan Tahunan Organisasi Pangan Dunia

Kritik atas pengiriman langsung bahan pangan dan Jerman mendapat pujian.

default

Laporan tahunan Organisasi Pangan Dunia, FAO, merupakan tamparan keras bagi pemerintahan negara-negara maju. Sekitar sepertiga bantuan bagi wilayah yang dilanda krisis kelaparan tidak sampai ke tangan yang bersangkutan. Demikian dikatakan para ahi FAO. Alasannya banyak negara masih lebih memilih melakukan pengiriman bahan pangan secara langsung.

Menurut penyusun laporan tahunan FAO, Terry Raney, hal ini adalah suatu cara kuno pemberian bantuan yang menghamburkan uang. Karena dengan pengiriman bahan pangan secara langsung, muncul biaya tambahan untuk pengemasan dan penanganan khusus bahan pangan yang biasanya masih harus dikirim dengan kapal dari negara donor. Cara pengiriman yang menguntungkan perekonomian negara donor.

Secara resmi untuk bantuan pangan, setiap tahunnya pemerintah negara-negara maju mengeluarkan 2 miliar Dolar. Tetapi dari jumlah ini 700 juta Dolar masuk ke kas sektor industri dan pertanian mereka sendiri, demikian dikatakan FAO. Ahli FAO Raney memandang sebuah masalah istimewa, negara pemberi terbesar, Amerika Serikat.

“Bantuan pangan yang diberikan Amerika Serikat harus dibeli di negara itu sendiri. Sebagian besar dari bantuan pangan Amerika Serikat juga harus diolah dan diangkut oleh perusahaan Amerika Serikat. Yang menarik bahwa di Amerika Serikat bantuan pangan merupakan bagian dari anggaran sektor pertanian. Dengan ini bantuan pangan sangat dipengaruhi oleh kepentingan sektor pertanian.“

FAO menuntut negara-negara maju untuk mengubah sistem mereka. Dibanding bahan pangan, uang merupakan jalan terbaik untuk menolong orang-orang kelaparan. Daripara mengangkut makanan ke belahan dunia yang lain, bahan pangan dapat dibeli di wilayah itu sendiri, demikian dikatakan Organisasi Pangan Dunia.

Sementara itu, Jerman mendapatkan nilai positif dari FAO. 10% bantuan Uni Eropa digunakan untuk memberantas kelaparan, demikian dikatakan Raney tentang posisi Jerman.

"Jerman sudah hamper menghentikan secara keseluruhan pembelian bahan pangan di Jerman. Hampir semua bantuan pangan Jerman dibeli dari produsen lokal atau regional yang kemudian disalurkan melalui program pangan dunia atau oleh organisasi non-pemerintah.”

FAO juga melaporkan, dalam 5 tahun terakhir, kebanyakan bantuan pangan dunia diberikan kepada negara-negara yang berada dibawah kekuasaan diktator atau yang dilanda perang saudara, seperti Korea Utara, Ethiopia, Bangladesh, Afghanistan dan Eritrea. Menurut Organisasi Pangan Dunia, 854 juta orang di dunia tidak mendapatkan makanan yang cukup.