Laporan Pendidikan UNESCO | Sosial | DW | 27.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Laporan Pendidikan UNESCO

Siapa yang belajar lebih dini, belajar lebih baik. Laporan pendidikan UNESCO menunjukkan kekurangan dalam pendidikan dasar dan bantuan dini.

default

Siapa yang mulai belajar sejak usia dini, ia belajar lebih baik. Memang ini bukan pengetahuan baru tetapi di banyak negara, pendidikan pra-sekolah masih dinikmati oleh anak-anak dari keluarga kaya saja. Padahal landasan untuk masa depan yang lebih baik justru dibangun pada usia dini, seperti yang ditunjukkan sebuah studi pra-sekolah yang sangat luas dari Amerika Serikat.

Mencegah memang selalu lebih murah daripada menyembuhkan. 6 tahun pertama dalam hidup anak merupakan waktu, dimana anak dibentuk untuk sisa hidupnya. Tetapi jika mereka tidak diberi gizi yang cukup, hanya mendapat rangsangan sosial dan bahasa yang kurang dan terutama kalau ibu mereka tidak berpendidikan atau mempunyai tingkat pendidikan yang buruk, maka anak-anak ini akan mengalami kesulitan ketika mereka masih sekolah pada umur 6 sampai 8 tahun.

Dalam hal ini bantuan dini sudah ditetapkan dalam tujuan pendidikan di perjanjian Dakar pada tahun 2000 untuk anak-anak dari latar belakan sosial yang lemah. Tetapi kepala tim laporan pendidikan dunia UNESCO, Burnett, mengatakan, bahwa tujuan untuk menciptakan "jalan yang lebih baik dan luas“ untuk bantuan dini tidak dapat langsung diukur.

Burnett: "Tujuannya secara eksplisit mengatakan, bahwa bantuan dan perawatan untuk anak-anak usia dini diperlukan. Dan kami ingin menunjukkan kedua aspek tersebut dengan laporan ini. Tetapi hal ini sulit diukur, bukan saja karena tujuan ini tidak ditetapkan secara kuantitativ, melainkan juga karena diseluruh dunia ada banyak program yang berbeda-beda untuk bantuan dini. Ada inisiatif swasta, pemerintah, dan ada juga inisiatif campuran. Hal ini membuat hasil sulit dicatat dan diukur.“

Walaupun dengan beberapa persyaratan, 164 negara menandatangani tujuan-tujuan dari perjanjian Dakar di ibukota Senegal pada tahun 2000. Semakin banyak negara yang mencoba mengadakan pendidikan dasar untuk semua anak, seperti yang ditulis dalam tujuannya. Walaupun tinggal 3 tahun tersisa untuk memberikan kesempatan bersekolah kepada 77 juta anak di seluruh dunia, banyak negara yang dalam beberapa tahun terakhir sudah mendekati tujuan ini. Dibandingkan dengan tahun 1999, berarti sudah berkurang 21 juta anak yang tidak mempunyai kesempatan menikmati pendidikan.

Juga kualitas pendidikan merupakan hal yang menentukan. Dan di banyak negara, kelas-kelasnya membludak terlalu besar, tidak cukup guru dan parahnya, mereka juga berpendidikan rendah.

Burnett: "Menurut kami ada beberapa hal yang mengkhawatirkan: Kalau kita membandingkan situasi tahun 1999 dan tahun 2004, dimana kita terakhir mendapatkan data-data, Cuma ada perubahan yang sangat kecil dalam jumlah guru terdidik. Banyak guru-guru yang masih belum dididik untuk profesi ini. Memang ada perubahan kecil dalam perbandingan murid dan guru. Tetapi seperti yang dikatakan, ini merupakan perubahan yang kecil sekali. Oleh karena itu, kami juga khawatir tentang kurangnya pendidikan guru dan secara umum tentang jumlah guru yang tersedia atau sebaliknya, tentang guru yang tidak tersedia.“

Banyak negara miskin bergantung pada bantuan dari negara-negara kaya, jika mereka ingin mencapai tujuan-tujuan pendidikan ini. Tetapi sampai sekarang hanya 5% dari bantuan untuk negara berkembang digunakan untuk pendidikan dasar. Dalam hal ini Jerman, Prancis, Jepang, Amerika Serikat dan Inggris memberikan lebih dari 70% bantuannya untuk pendidikan. Tetapi bantuan ini juga tidak tersebar dengan rata.