Laporan Lingkungan Hidup Pemerintah Jerman | Sosial | DW | 18.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Laporan Lingkungan Hidup Pemerintah Jerman

Nerancanya menunjukkan hasil yang positif tetapi masih banyak yang harus dilakukan

Sigmar Gabriel

Sigmar Gabriel

Ada kesuksesan dan ada juga usaha, tetapi kedua hal ini relatif kecil kalau dibandingkan dengan masalah-masalah yang masih ada. Ketika mengumumkan laporan lingkungan hidup dari pemerintah Jerman, Menteri Lingkungan Hidup Sigmar Gabriel mengemukakan secara terbuka tentang situasi Jerman dan situasi global. Contohnya tentang penggunaan sumber daya alam.

"Diperkirakan pada tahun 2050 bumi ini akan dihuni oleh 9 milyar penduduk, sekarang ini ada 6,5 milyar penduduk. Jika kita ingin tetap menggunakan bahan mentah atau sumber daya alam seperti yang kita lakukan sekarang, kita minimal butuh 2 planet, satu tidak cukup, bumi ini terlalu kecil. Oleh karena itu kita harus mengubah poitik sumber daya alam kita secara dramatis.“

Duapertiga wilayah penanaman bahan pangan rusak dan 70% sumber air tawar tercemar. Persediaan baja, minyak dan gas bumi semakin menipis dan harganya semakin tinggi. Bahan mentah tanaman yang dapat tumbuh kembali juga harus dikelola dengan lebih hemat karena besarnya permintaan.

Gabriel juga berkata, bahwa tumbuhan yang dapat menghasilkan energi, harus dikelola untuk keperluan yang berbeda-beda. Di Amerika Serikat hal ini sudah lebih berkembang, lanjut sang menteri lingkungan hidup. Menurut laporan lingkungan hidup tersebut, dibandingkan dengan negara-negara lain, di Eropa dan diseluruh dunia politik lingkungan hidup Jerman lebih baik dalam beberapa aspek. Tidak seperti di negara-negara lain, sejak bertahun-tahun perkembangan ekonomi di Jerman tidak mempunyai tingkat penggunaan energi yang tinggi karena penghematan energi. Dalam bidang perlindungan iklim, Jerman mempunyai target untuk menurunkan produksi CO2 di Eropa sebanyak 30% sampai tahun 2020.

"Program perlindungan iklim di Jerman yang paling sukses adalah program sanitasi gedung, di mana kita mencoba melindungi gedung-gedung agar tidak kehilangan terlalu banyak panas. Penggunaan energi yang kecil juga berarti ongkos yang lebih rendah untuk penggunanya, produksi CO2 yang lebih rendah dan terutama juga lebih banyak pekerjaan di bidang kerajinan tangan.“

Sepertiga energi di Jerman digunakan untuk pemanasan gedung-gedung. Gabriel juga mengkritik industri mobil, karena kemungkinan besar industri ini tidak mematuhi perjanjian untuk menurunkan produksi bahan beracun. Sampai bulan Juni, negara-negara anggota Uni Eropa akan mencari kesepakatan bersama untuk mengembangkan motor yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Sigmar Gabriel, ketergantungan impor Jerman atas penyediaan energi, yang belakangan ini banyak didiskusikan, tidak menjadi semakin tinggi walaupun produksi energi atom nantinya dihentikan. Hal ini bisa diatasi oleh penggunaan energi yang lebih efisien dan perluasan energi yang dapat diperbaharui. Tetapi dalam laporan lingkungan hidup ini juga dikutip sebuah ramalan dari Kementrian Ekonomi yang mengatakan hal yang berbeda. Menurut laporan tersebut, ketergantungan impor minyak dan gas bumi akan meningkat karena penghentian produksi energi atom.