Pelonggaran Lockdown Jadi Tanggung Jawab Setiap Negara Bagian di Jerman | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 06.05.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Pelonggaran Lockdown Jadi Tanggung Jawab Setiap Negara Bagian di Jerman

Jerman dapat membuka kembali semua aktivitas pertokoan dan sekolah secara bertahap. Keputusan ini diambil setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengizinkan setiap negara bagian untuk mengambil keputusannya sendiri.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan para pemimpin negara bagian telah menyepakati langkah-langkah lebih lanjut untuk melawan COVID-19 di Jerman, menurut laporan yang dilihat oleh kantor berita Jerman DPA.

Laporan tersebut muncul menjelang pertemuan antara Merkel dan para pemimpin 16 negara bagian Jerman pada hari ini (06/05), dengan agenda pelonggaran lockdown.

Apa bunyi laporan tersebut?

  • Semua toko terlepas dari ukurannya akan diizinkan untuk beroperasi kembali jika mereka mematuhi protokol kesehatan dan sosial yang ketat.
  • Semua siswa dapat kembali ke sekolah secara bertahap sampai liburan musim panas, di mana sekolah menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi siswa.
  • Tanggung jawab untuk pelonggaran lockdown sekarang akan diberikan kepada para pemimpin negara bagian yang dapat membuat rencananya sendiri.
  • Larangan acara publik besar seperti festival dan turnamen olahraga akan tetap berlaku sampai akhir Agustus.
  • Pertandingan Bundesliga akan diizinkan untuk dilanjutkan tanpa dihadiri penonton mulai pertengahan Mei.
  • Olahraga luar ruangan untuk anak-anak dan liga non-profesional juga diizinkan untuk digelar.
  • Para lansia di rumah perawatan diizinkan menerima kunjungan dengan syarat tidak ada kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di rumah perawatan tersebut.

Apa artinya pelonggaran lockdown ini?

Isi laporan tersebut secara efektif menandai berakhirnya pembatasan sosial secara nasional di Jerman, dan memberikan tanggung jawab penuh kepada para pemimpin negara bagian dalam mengambil keputusan pelonggaran lockdown.

Akan tetapi, pemerintah Jerman menekankan bahwa pembatasan sosial harus diberlakukan kembali jika jumlah infeksi baru naik di atas ambang batas tertentu. Jika jumlah infeksi mingguan baru mencapai lebih dari 50 per 100.000 penduduk di wilayah atau kota tertentu, langkah-langkah pembatasan sosial yang ketat perlu segera diterapkan.

Sebelumnya, Merkel sempat memberi teguran kepada beberapa pemimpin negara bagian Jerman mendorong dilakukannya pelonggaran lockdown lebih awal dari jadwal yang disepakati oleh pemerintah Jerman.

Tetapi karena jumlah kasus baru COVID-19 di Jerman terus menurun secara perlahan, para pemimpin negara bagian berpendapat bahwa mereka yang seharusnya mengatur peraturan di wilayah mereka - dan bahwa negara-negara bagian dengan tingkat infeksi yang lebih rendah harus diizinkan untuk melonggarkan lockdown dibanding negara-negara lain yang lebih terpukul.

Beberapa negara bagian di Jerman sudah mulai mengeluarkan rencana masing-masing terkait pelonggaran lockdown, antara lain membuka kembali restoran dan hotel sepanjang Mei. Negara bagian Baden-Württemberg juga akan mengizinkan warganya untuk dapat kembali melakukan olahraga luar ruangan seperti golf dan tenis.

Produsen otomotif Jerman minta bantuan pemerintah

Selasa (05/05), sejumlah perwakilan produsen otomotif Jerman sepeti BMW, Volkswagen, dan Daimler yang memiliki Mercedes-Benz melakukan pertemuan virtual dengan Kaselir Jerman Angela Merkel dan beberapa menteri terkait.

Pabrik BMW di Leipzig

Pabrik BMW di Leipzig

Dalam pertemuan tersebut, para pelaku industri otomotif berharap bantuan negara dalam meningkatkan penjualan di tengah pandemi. Mereka meminta pemerintah agar menawarkan insentif keuangan dalam jumlah besar bagi para pembeli mobil. Namun, pemerintah menolak memberikan jawaban pasti dan mengatakan bahwa pembahasan akan berlanjut hingga awal Juni.

Juru bicara Angela Merkel, Steffen Seibert, mengatakan bahwa pembahasan akan berlanjut untuk membahas langkah-langkah stimulus yang ditujukan untuk modernisasi dan dorongan terciptanya "teknologi kendaraan yang lebih inovatif." Ia juga menambahkan bahwa "hasil" dari pembicaraan ini akan dibahas bulan depan.

rap/

Laporan Pilihan