1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Lampu Hijau untuk Yunani

21 Februari 2012

Yunani berhasil mendapat paket bantuan kedua, Selasa dini hari, ketika para mitranya di zona Euro yang beranggota 17 negara akhirnya menyetujui dana talangan 130 miliar Euro.

https://p.dw.com/p/146R8
Foto: picture-alliance/dpa

Keputusan telah diambil. Para Menteri Keuangan negara-negara zona Euro memberi lampu hijau bagi paket bantuan kedua bagi Yunani. Persetujuan yang menyelematkan negara Yunani dari kebangkrutan dicapai pada menit-menit terakhir. Perundingan di markas UE Brussel menghabiskan waktu lebih dari 13 jam.

Komisaris Ekonomi UE Olli Rehn tak menyembunyikan rasa lega. "Malam ini kembali saya belajar bahwa marathon memang kata yang berasal dari Yunani. Tetapi pada akhirnya kami mencapai persetujuan."

Persetujuan menyangkut paket bantuan kedua sebesar 130 miliar Euro. Selama pertemuan lebih dari 13 jam, para menteri zona Euro membahas bagaimana Yunani dapat membongkar gunung hutangnya untuk jangka panjang. Sampai tahun 2020, total hutang harus turun dari 160 menjadi 120 persen dari Produk Domestik Brutto.

Kepala Badan Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menerangkan, "Kemajuan yang begitu siginifikan telah dibuat dalam satu malam, yang akan menempatkan Yunani dalam posisi lebih baik guna menjalankan program sangat ambisius yang telah dinegosiasikan selama beberapa pekan terakhir."

Langkah maju?

Kreditor swasta harus menghapus hutang Yunani, lebih besar dari yang direncanakan semula. Kreditor publik, yaitu negara, harus ikut berkontribusi. Keuangan Yunani akan dikontrol dalam waktu lama.

Persetujuan itu dipuji sebagai langkah maju bagi Yunani, tetapi keraguan serta merta muncul apakah kesepakatan saja cukup untuk mengatasi masalah hutang Yunani. Negara itu butuh lebih banyak bantuan untuk menurunkan hutangnya sampai pada tingkat yang digambarkan dalam dana talangan. Yunani juga akan tetap rentan di tahun-tahun mendatang. Di jalan-jalan Athena, tetap tak terdengar sambutan optimis.

Seorang pensiunan guru mengatakan,"Berapapun bantuan yang kami terima, kalau ekonomi tidak bangkit, kalau hutang tidak dihapus, kalau tidak ada keadilan, maka kami tidak akan pernah keluar dari krisis." Kebijakan politik ini benar-benar salah, tandasnya.

Diuji di jalan

Sejak dua tahun lalu pemerintah Yunani secara teratur menetapkan paket penghematan baru dengan pemotongan upah dan kenaikan pajak. Akhir pekan lalu pemerintah, dengan dorongan dari Zona Euro dan IMF, menetapkan untuk memotong pensiun sebesar 12 persen.

Yunani berhemat dan berhemat, tetapi uang tetap tidak mencukupi untuk membayar bunga semua hutangnya. Pada saat yang sama ekonomi merosot, karena rakyat Yunani mengurangi belanja. Akibatnya, lebih banyak toko yang harus tutup. Paket bantuan akan menarik Yunani kembali ke jalur yang benar. Tahun depan negaranya sudah akan menyaksikan pertumbuhan ekonomi, kata PM Yunani Lukas Papadimos.

Kepala Zona Euro Jean-Claude Juncker lebih realistis. Jika Yunani menjalankan semua persyaratan yang diterimanya, maka program bantuan akan berhasil, kata Juncker. Dan komitmen pemerintah di Athena akan diuji oleh aksi-aksi jalanan. Dua serikat kerja terbesar Yunani menyerukan aksi protes Rabu besok di Athena.

Renata Permadi/ rtr,ap

Editor: Hendra Pasuhuk