Lagi-Lagi, Pesawat Kenegaraan Jerman Mogok di Afrika | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 10.01.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Pesawat Kenegaraan

Lagi-Lagi, Pesawat Kenegaraan Jerman Mogok di Afrika

Pesawat Kenegaraan Jerman lagi-lagi mogok, kali ini di Malawi, Afrika. Delegasi Menteri Kerjasama Pembangunan terpaksa pindah ke pesawat komersial untuk melanjutkan perjalanan.

Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Gerd Müller terpaksa membatalkan kunjungan ke Namibia dan terlambat kembali ke Jerman. Pesawat kenegaraan "Global 500" yang membawa delegasi Jerman mogok di Malawi dan harus menunggu sehari untuk menunggu suku cadang yang baru.

Kasus ini menambah panjang daftar kasus mogoknya pesawat kenegaraan Jerman. Pertengahan Oktober tahun lalu, pesawat "Konrad Adenauer" mogok di Bali, ketika membawa Menteri Keuanganmerangkap Wakil Kanselir Olaf Scholz dan delegasinya menghadiri konferensi puncak Dana Moneter Internasional IMF. Delegasi akhirnya kembali ke Jerman terpisah-pisah menggunakan pesawat komersial.

Akhir November, Kanselir Angela Merkel dan rombongan bertolak dari Berlin dengan tujuan ke Buenos Aires, Argentina, untuk menghadiri KTT G20. Tapi baru saja lepas landas, pesawat "Konrad Adenauer" mendarat lagi di bandara Bonn karena kerusakan sistem komunikasi. Merkel dan rombongan terpaksa menginap semalam di Bonn dan datang terlambat sehari ke KTT G20. Merkel dan beberapa anggota delegasi harus terbang dulu ke Madrid dan memesan tiket pesawat komersial. Tentu saja Kanselir Jerman datang terlambat dan hanya sempat menghadiri acara makan malam bersama pemimpin negara-negara G20 yang lain.

Malawi Flughafen Bundesentwicklungsminister Gerd Mueller CSU (Imago/photothek)

Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman gerd Müller tertahan di Malawi karena pesawatnya rusak

'Efek sangat negatif'

Menteri Kerjasama Pembangunan Gerd Müller kesal dengan insiden itu, terutama karena dia sedang melakukan rangkaian kunjungan resmi ke Afrika dan mewakili Jerman yang terkenal sebagai negara teknologi tinggi.

Müller mengatakan, peristiwa ini adalah "efek simbolis yang sangat negatif bagi negara teknologi tinggi Jerman."

"Kegagalan-kegagalan seperti ini harus berakhir," tandasnya.

Gerd Müller dijadwalkan untuk meninggalkan Malawi pada hari Senin dan menuju Zambia, ketika pesawat Global 5000 dari perusahaan Bombardier tidak dapat berangkat karena ada katup tekanan yang rusak. Dia akhirnya melanjutkan perjalanan ke Zambia dengan penerbangan komersial biasa.

Setelah bertemu dengan Presiden Zambia Edgar Lungu, Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman tadinya akan bertolak Namibia. Namun dengan mogoknya pesawat kenegaraan, jadwal itu sekarang jadi kacau.

Padahal menurut rencana awal, Gerd Müller akan bertolak kembali ke Jerman pada malam harinya. Sekarang masih tidak jelas, kapan dia bisa kembali ke Berlin. Seorang juru bicara pemerintah mengatakan, dia diharapkan kembali pada hari Jumat (11/1).

Mekanik angkatan udara Jerman diberitakan telah tiba di Malawi untuk memperbaiki pesawat itu, namun mereka juga terpaksa menunggu karena katup pengganti yang dikirim dari Jerman juga masih tertinggal di Johannesburg, Afrika Selatan.

hp/vlz (dpa, epd)

Laporan Pilihan