Kurangi Kantong Plastik: TPS di Bali Bagikan Tas Belanja Kain | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 17.04.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Pemilu 2019

Kurangi Kantong Plastik: TPS di Bali Bagikan Tas Belanja Kain

Dalam upaya mengurangi sampah plastik, warga Bali jadikan momentum pesta demokrasi sebagai wadah sosialisasi. TPS 10 di Banjar Ubung bagikan tas belanja berbahan kain secara cuma-cuma untuk warga.

Ada yang unik dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pulau Dewata, tepatnya di TPS 10 yang terletak di Banjar Ubung, Kabupaten Badung. TPS ini mengusung tema pahlawan super atau superhero untuk memeriahkan penyelenggaraan pemilu 2019.

Superhero dihadirkan bukan untuk menumpas kejahatan, melainkan untuk memerangi musuh bersama yakni sampah plastik dari tanah Bali. Panitia TPS 10 Banjar Ubung menyiapkan sejumlah tas belanja kain dan tas hasil daur ulang sampah plastik lainnya untuk dibagikan ke warga. 

Sejak tiba di TPS 10 Banjar Ubung, calon pemilih langsung disambut dengan spanduk besar bertuliskan "Kawasan Bebas Kantong Plastik."

Kepada DW, Kepala Banjar Ubung, Gusti Ngurah Martana, mengakui bahwa TPS yang mengusung tema lingkungan ini merupakan idenya.

"Kita pun sebagai masyarakat dianjurkan pemerintah untuk antiplastik dan kita pun ingin menjadi pahlawan, yaitu pahlawan yang memerangi sampah plastik."

Sebagai pahlawan super antiplastik, para panitia TPS juga mengenakan seragam kaos bertuliskan"I'm trash hero”. Sejumlah superhero Avenger yang hadir di TPS juga menggunakan tas berbahan kain atau tas anyaman. 

TPS Bali (DW/K. Surya Sanjaya)

Pemilih di TPS Banjar Ubung diajak jadi pahlawan memerangi sampah plastik

Di bagian pintu keluar TPS, dua orang panitia bersiaga membagikan tas belanja kepada warga yang sudah memberikan hak suaranya.

Tas belanja kain warna-warni menarik perhatian warga yang terdaftar sebagai pemilih tetap di TPS 10, sebab mereka bisa memilih sendiri aneka warna baik tas berwarna jingga, hijau dan kuning.

Kampanye bebas plastik sudah menjadi wacana utama di Bali, menyusul Peraturan Wali Kota Denpasar No.36/2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Peraturan Gubernur Bali No.97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Selain itu ada juga inisiasi yang muncul di tengah masyarakat, baik perorangan maupun organisasi. Salah satunya adalah aksi "Bye Bye Plastic Bag" yang digagas dua remaja perempuan asal Bali sejak 2013. Berkat kampanye yang dilakukan Melati dan Isabel Wijsen itu, mereka meraih penghargaan dari Jerman, Bambi tahun 2017.

Tonton video 01:01

TPS di Bali Berjuang Kurangi Sampah Plastik

(Ed:ga/ts)

Laporan Pilihan

WWW Link

Audio dan Video Terkait