Kunjungan Singkat Menteri Pertahanan Jerman di Israel | Fokus | DW | 04.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Kunjungan Singkat Menteri Pertahanan Jerman di Israel

Menteri Pertahanan Jerman Franz Josef Jung mengunjungi Israel hari Jumat ( 03/11). Lawatannya di Tel Aviv hanya berlangsung beberapa jam saja.

Menteri Pertahanan Jerman Jung di Israel

Menteri Pertahanan Jerman Jung di Israel

Di Tel Aviv, Menteri Pertahanan Jerman Franz-Josef Jung mengadakan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Israel Amir Perez mengenai keterlibatan Jerman pada misi UNIFIL di Libanon. Dalam misi tersebut pasukan marinir Jerman membawahi pasukan angkatan laut internasional yang bertugas mencegah suplai senjata bagi kelompok Hisbullah melalui jalan laut.

Sebelum pembicaraanya dengan Perez, Jung menekankan keinginan pemerintah Jerman untuk ikut ambil bagian dalam upaya perdamaian di wilayah tersebut melalui misi angkatan bersenjatanya. Menteri Pertahanan Jung mengatakan: "Kami ingin bahwa pasukan internasional membawa persyaratan yang memungkinkan tercapainya perdamaian. Ini berarti bahwa hak keberadaan Israel sudah tentu didukung dengan sepenuhnya, kedaulatan Libanon dihormati dan mudah-mudahan perkembangan menyangkut hubungan Palestina dan Israel serta pelaksanaan Roadmap membaik.”

Selain masalah Timur Tengah, Jung juga mengomentari program atom Iran: “Saya hanya dapat menggarisbawahi bahwa kita akan berupaya sekuat tenaga untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ini tentu demi kepentingan negara Israel dan juga demi kepentingan masyarakat internasional dan perdamaian dunia.”

Sementara Jung mengadakan perembukan di Israel, pertempuran sengit terus berlangsung antara tentara Israel dan warga Palestina yang bersenjata di Jalur Gaza. Kota Beit Hanun di sebelah utara Jalur Gaza sepenuhnya dikepung dan dikuasai oleh angkatan bersenjata Israel.

4. 000 warga dan pria remaja disekap di tahanan kota. Menurut laporan, mereka diperiksa oleh dinas rahasia. Di antara tahanan terdapat seorang warga kelahiran Palestina dengan paspor Jerman. Sekitar 60 warga bersenjata bersembunyi di sebuah mesjid hari Kamis (02/11) lalu. Angkatan bersenjata mengepung bangunan itu semalam suntuk. Pada pagi hari, ketika dinding mulai dibongkar, atap bangunan ambruk. Seorang pria dilaporkan tewas, tetapi kebanyakan yang berada di bangunan itu tidak terluka. Mereka kemudian memanfaatkan unjuk rasa kaum perempuan Palestina di depan mesjid untuk melarikan diri.

Menurut keterangan saksi mata, angkatan bersenjata Israel melepaskan tembakan ke arah para demonstran.

Seorang demonstran perempuan dilaporkan tewas di tempat, seorang lainnya meninggal di rumah sakit akibat luka-lukanya. Penduduk Beit Hanun melaporkan, angkatan bersenjata mulai membongkar rumah-rumah dengan buldoser. Sejumlah bangunan dikatakan hancur atau rusak berat. Dalam sebuah wawancara dengan Radio Israel, wartawan Palestina Zafira Kahaluad mengatakan bahwa keadaan di kota itu sangat gawat. Zafira Kahaluad: „Rayat Palestina sudah muak dengan semuanya . Kami ingin penyelesaian, kami ingin makan, bernafas, kami ingin kebebasan.“