Kunjungan Paus di Turki | Fokus | DW | 29.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Kunjungan Paus di Turki

Kunjungan untuk berdialog dan berdamai. Program acara tertutup dari publik.

Paus bersama pejabat tinggi urusan agama, Ali Bardakoglu.

Paus bersama pejabat tinggi urusan agama, Ali Bardakoglu.

Bienvenuto, selamat datang – Koran gosip Turki "Sabah" sudah menyambut Sri Paus Benedikt sejak Selasa (28/11) pagi dengan kepala berita berbahasa Italia, disampingnya sebuah foto Paus yang tersenyum dan merentangkan tangannya. Pada siang harinya, ketika pesawat Paus mendarat di Ankara, karpet merah digelar dan Perdana Menteri Edogan menunggu dengan sabar di landasan kapal terbang, untuk menjadi orang pertama di sana yang bersalaman dengan Paus dan mengucapkan selamat datang.

Edogan berjanji, bahwa Turki akan menjadi tuan rumah yang baik. "Di negeri kami, gereja, sinagog dan mesjid sudah berdiri bersebelahan dengan damai selama berabad-abad. Dengan kekayaan pengalaman historis semacam ini, Turki sebenarnya merupakan simbol untuk ikatan peradaban."

Ikatan beradaban – ini adalah visi dari Perdana Menteri Edogan, visi dari suatu dunia, di mana kaum Muslim dan kaum Kristen hidup bersama dengan damai dan saling menghormati. Paus juga menyatakan pendapatnya dengan ramah dan mengatakan, bahwa ini akan menjadi kunjungan untuk berdialog dan berdamai.

"Saya menjalankan kunjungan ini dengan kepercayaan yang tinggi serta harapan yang tinggi. Saya tahu, bahwa banyak orang menemani kami dengan simpati yang besar dan dengan doa mereka. Saya juga tahu, bahwa tuan rumah Turki menginginkan perdamaian. Turki sudah selalu menjadi jembatan antar budaya dan juga sebuah tempat untuk bertemu dan berdialog."

Dengan kata-kata yang ramah ini juga cocok cuaca di ibukota Turki: langit biru dan matahari yang bersinar. Dialog atar agama yang dijunjung tinggi tentu saja berlangsung dalam ruangan tertutup. 3.000 polisi ditugaskan, penembak ulung berdiri diatas atap-atap dan jalan-jalan di perumahan ditutup.

Paus melaksanakan program acaranya terutup dari publik: kunjungan di makam pendiri negara Turki, Ataturk, pembicaraan singkat dengan Presiden Sezer dan jadwal terpentingnya pada sore hari: diskusi dengan pejabat tinggi urusan agama, Ali Bardakoglu.

Dua bulan yang lalu, Bardakoglu mengecam Paus dengan tuduhan mentalitas pengikut perang salib. Dengan kecaman tersebut Bardakoglu protes melawan pidato Paus Benedikt di Regensburg, di mana Paus menggunakan kutipan kontroversial, yang berkata bahwa Islam hanya membawa hal-hal yang buruk saja.

Tetapi sekarang Bardakoglu dan Paus Benedikt sepakat, bahwa agama-agama seharusnya menjadi kekuatan perdamaian.

Sementara itu, Perdana Menteri Edogan sudah terbang menuju Konfrensi Tingkat Tinggi NATO di Riga, tetapi ia tampak betul-betul bersemangat tentang tamu istimewanya ini, karena Paus yang dulu tidak setuju atas masuknya Turki ke Uni Eropa, sekarang mendukung rencana keanggotaan di Uni Eropa ini. Setidaknya, demikian yang dikatakan oleh Erdogan tentang pertemuan empat matanya dengan Paus Benedikt.

Banyak kata-kata baik yang diucapkan di hari pertama kunjungan Paus di Turki. Hari Rabu (29/11) ini, Paus akan berjalan menuju kota tua Ephesus di dekat Laut tengah untuk memimpin misa di lapangan terbuka.