Kunjungan Menlu Steinmeier ke Afghanistan dan Pakistan | dunia | DW | 24.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kunjungan Menlu Steinmeier ke Afghanistan dan Pakistan

Jerman serukan kerjasama antara Pakistan dan Afghanistan di kawasan perbatasan.

Steinmeier dan PM Pakistan Shaukat Aziz

Steinmeier dan PM Pakistan Shaukat Aziz

Rabu malam di bawah penjagaan ketat, menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier di provinsi Peshawar di Pakistan, kawasan yang sering dilanda kerusuhan. Provinsi ini berbatasan dengan Afghanistan dan disebut-sebut sebagai salah satu kawasan yang punya banyak simpatisan Taliban. Di sana, menlu Steinmeier mengunjungi sebuah kamp penampungan pengungsi. Sebelum ke Peshawar, Steinmeier melakukan pertemuan dengan PM Pakistan Shaukat Aziz dan menlu Kurshid Kasuri di Islamabad. Pesan yang diampaikan Steinmeier adalah: tanpa melibatkan negara-negara tetangga, upaya stabilisasi Afghanistan tidak akan berhasil. Yang perlu adalah pengawasan perbatasan yang efektif. Karena itu menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier mengimbau Pakistan dan Afghanistan memperbaiki hubungannya. Ia mengundang kedua negara mengirim delegasi ke pertemuan tingkat menlu negara-negara G8 minggu depan di kota Potsdam, Jerman. Pada pertemuan itu, ke-8 negara industri ingin memberi kontribusi dalam upaya memperbaiki dialog dan menumbuhkan saling percaya antara Pakistan dan Afghanistan, kata Steinmeier.

Sejak beberapa bulan terakhir, hubungan Afghanistan dan Pakistan memang menegang. Kedua pemerintahan saling tuduh, pihak yang lain tidak bertindak cukup tegas di kawasan perbatasan yang dikuasasi oleh suku-suku setempat. Bahkan baru-baru ini terjadi bentrokan antara pasukan perbatasan kedua negara. Para pengamat menilai, inilah perkembangan terburuk dalam sejarah hubungan kedua negara.

Operasi militer terhadap Taliban yang dilakukan pasukan ISAF dan koalisi anti teror di bawah pimpinan Amerika Serikat di Afghanistan menjadi temna penting dalam konferensi pers di Islamabad. Menlu jerman Frank-Walter Steinmeier menolak kesan yang muncul di Islamabad, bahwa pasukan internasional bertindak sebagai pasukan pendudukan. Steinemeier menerangkan, pasukan internasional hanya ingin mendukung pembangunan kembali dan mencegah kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan. Ketika ditanya apakah ada batas waktu bagi misi itu, Steinmeier menegaskan, para serdadu akan berada di sana selama diperlukan untuk pembangunan kembali.

Selama berkunjung ke Pakistan, Steinmeier menandatangani perjanjian kerjasama teknis kedua negara. Jerman. Jerman setuju menyalurkan sekitar 10 juta Euro untuk proyek-proyek di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan. Pertemuan dengan Presiden Pervez Musharraf yang direncanakan hari Rabu akhirnya dibatalkan karena situasi politik yang makin meruncing. Dalam pertemuan dengan menlu Pakistan Kurshid Kasuri, situasi dalam negeri Pakistan jadi tema. Menurut Steinmeier, Kashuri menegaskan, Pakistan tidak akan meninggalkan jalan demokrasi. Akhir tahun ini Pakistan akan melangsungkan pemilu parlemen. Masih belum jelas, apakah Musharraf juga akan menjadi Presiden untuk masa jabatan selanjutnya. Hal inilah yang terutama ditolak para pengunjuk rasa di Pakistan.

Iklan