Kunjungan Kanselir Angela Merkel di Cina | Fokus | DW | 22.05.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Kunjungan Kanselir Angela Merkel di Cina

Merkel berniat untuk memperluas hubungan Jerman dan Cina. Selain masalah pelanggaran hak cipta, juga dibicarakan tema hak azasi manusia.

Merkel di Cina: HAM bagian penting dari kerjasama Jerman-Cina

Merkel di Cina: HAM bagian penting dari kerjasama Jerman-Cina

Dentuman meriam di Lapangan Tien Anmen mengiringi sambutan kehormatan PM Cina Wen Jiabao bagi Kanselir Angela Merkel. Setelah pembicaraan selama tiga jam, yang dimulai dengan jalan-jalan di taman Changpuhe, keduanya kemudian tampil di depan pers dengan wajah ceria. PM Wen Jiabao mengemukakan:

"Ada yang mengatakan, Kanselir Merkel ibaratnya badai. Menurut saya, hari ini Kanselir Merkel membawa angin persahabatan ke Beijing."

Hubungan Jerman-Cina harus diperluas. Hal ini disepakati kedua pihak. Di Bangsal Rakyat ditanda-tangani 19 perjanjian, diantaranya kerjasama di bidang perkereta-apian dan telekomunikasi. Demikian pula dalam politik energi dan politik lingkungan, atau dalam berbagai masalah internasional, termasuk kasus Iran. Sweperti yang diungkapkan oleh Kanselir Merkel:

"Kami sepakat, bahwa Iran tidak boleh dibiarkan memiliki senjata atom, dan perjanjian non proliferasi harus ditaati. Demikian pula peraturan IAEA. Saya yakin, telah ada basis yang baik untuk menentukan langkah berikutnya."

Tema utama pembicaraan antara PM Wen Jiabao dan Kanselir Angela Merkel adalah perlindungan bagi hak cipta. Untuk itu telah ditanda-tangani sebuah pernyataan niat. Cina berulang kali harus menelan kritik internasional. Perusahaan-perusahaan asing menderita kerugian milyaran Dollar karena pembajakan. Setelah bulan Maret lalu diketahui, bahwa Cina akan membangun sendiri kereta bantalan magnit (transrapid), maka tema perlindungan hak cipta mencuat kembali di Jerman. Beijing berusaha menenangkan dan membuka peluang bagi diperpanjangnya jalur transrapid Jerman dari Shanghai ke Hangzhou. Tetapi perjanjian mengenainya belum ditanda-tangani. PM Wen Jiabao masih tetap menunjukkan minat. Dikatakannya:

"Cina sangat ingin mengimpor teknologi maju dari Jerman dan sekarang pun kami berjanji akan melindungi hak cipta yang dimiliki."

Dalam kunjungan perkenalannya, Kanselir Angela Merkel selalu tidak ragu-ragu untuk menyinggung masalah yang peka. Bukan hanya pelanggaran hak cipta melainkan juga tema HAM menjadi bahan pembicaraan. Merkel menyatakan bahwa HAM merupakan bagian penting dari kerjasama Jerman Cina.

Dalam pertemuan singkatnya dengan para wakil masyarakat sipil, termasuk untuk mengetahui secara langsung kondisi para petani dan pekerja pendatang, Kanselir Merkel bertemu pula dengan pasangan penulis yang mempublikasikan buku mengenai masalah-masalah sosial yang dihadapi petani dan selain itu juga dengan dengan seorang pejuang hak perempuan. Senin (22/5) malam ini, Kanselir Merkel melanjutkan perjalanan ke Shanghai.