Kunjungan Condoleezza Rice ke Indonesia | Fokus | DW | 14.03.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Kunjungan Condoleezza Rice ke Indonesia

"Indonesia merupakan inspirasi bagi seluruh dunia."

Menlu AS Condoleeza Rice

Menlu AS Condoleeza Rice

Amerika dan Indonesia memperkuat hubungan militer lewat kunjungan Condoleezza Rice ke Indonesia. Berbagai kerja sama dan bantuan lainnya menjadi bahasan pertemuan antara Condoleezza Rice dengan pejabat tinggi Indonesia. Pembangunan kembali Aceh pasca tsunami, perdagangan, investasi dan kesehatan tak urung juga menjadi topik perbincangan antara Rice dengan para menteri.

Dalam kunjungannya ini, Condoleezza Rice menyatakan kekagumannya atas keberagaman suku bangsa, agama yang hidup berdampingan. Menurutnya ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat internasional untuk belajar bergumul dengan keaneka-ragaman.

Rice: "Indonesia merupakan inspirasi bagi seluruh dunia. Bagimana hidup berdampingan dengan begitu banyaknya keragaman etnis dan agama. Juga bagaimana mengembangkan demokrasi. Kami juga memperkuat hubungan militer antara kedua negara."

Rice juga menghargai upaya Indonesia untuk bertemu dengan junta militer Myanmar dalam upaya mengingatkan kembali 'Peta Jalan Damai' yang selama ini dijanjikan pemerintah Myanmar.

Rice: "Negara demokrasi seperti Indonesia dan Amerika tak dapat menutup mata pada siapapun yang hidup dalam tekanan. Dan saya juga tahu presiden Indonesia dan para menteri sudah memberikan perhatian pada seputar masalah ini dan mengingatkan, sudah saatnya untuk menjadi anggota masyarakat internasional yang menghargai hak-hak asasi manusia.“

Di bidang kesehatan, sebanyak 11,5 juta Dollar Amerika Serikat dikucurkan untuk membantu penanganan flu burung di Indonesia. Sementara di bidang pendidikan 8,5 juta Dollar Amerika Serikat dihibahkan untuk mengembangkan program televisi anak-anak 'Sesame Street'.

Sedikitnya 1.000 aparat diturunkan untuk menjaga beberapa tempat yang dikunjungi Rice. Antara lain Departemen Luar Negeri, hotel tempat Rice menginap, Kantor Kedutaan Besar AS untuk Indonesia dan Madrasah Al Makmur di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Dalam kunjungannya ke Madrasah Al Makmur, sejumlah murid taman kanak-kanak Al Makmur antusias menyambut Rice. Setelah menyaksikan atraksi kesenian tabuh rebana, Rice berdialog dengan para guru dan murid-murid madrasah.

Rice menyatakan Amerika tidak memusuhi Islam. Apalagi Islam juga merupakan bagian dari sejarah dan budaya Amerika Serikat. Meski demikian gelombang protes atas kedatangan Rice tetap tak terbendung. Ratusan orang dari berbagai kelompok Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Istana Negara, Jakarta.