Kunjungan Bush di Singapura | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 17.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kunjungan Bush di Singapura

Singapura adalah alamat pertama yang dikunjungi Presiden AS George W. Bush dalam rangka lawatannya di Asia. Kamis ini (16/11) Presiden Bush berpidato di Universitas Nasional Singapura.

Bush saat turun dari pesawat Air Force 1

Bush saat turun dari pesawat Air Force 1

Salah satu tugas utama bagi Bush adalah memerangi terorisme internasional yang mengancam terutama negara-negara di Asia Tenggara. Dikatakan Bush:

“Warga di kawasan ini mengenal bahaya itu, karena mereka pernah menjadi sasaran. Teroris menyerang klub malam di Bali, hotel di Jakarta dan kedutaan Australia di Indonesia, feri yang penuh dengan penumpang di Manila dan sejumlah sasaran lainnya. Mereka yang melakukan serangan ini, lebih dari sekedar para kriminal, mereka pengikut ideologi yang membenci kebebasan dan menolak toleransi. Mereka menginginkan imperium totaliter Islam yang meliputi Eropa hingga Asia Tenggara. Dan ancaman terbesar bagi dunia jika orang-orang ini memperoleh senjata pemusnah massal untuk menekan bangsa-bangsa yang bebas atau membunuh orang dalam jumlah besar.”

Bush juga menyerukan sebuah pesan tajam untuk melakukan tekanan terhadap pemerintah di Pyongyang agar pembicaraan enam negara tentang program atom Korea Utara kembali dilaksanakan.

Selain itu, Presiden Bush menilai pelaksanaan kembali pembicaraan tentang liberalisasi perdagangan dunia bulan Juli lalu, sebagai sasaran penting menjelang konferensi puncak Asia Pasifik APEC dan langkah menuju dunia yang damai.

“Hanya sebuah kesepakatan DOHA dengan jalan masuk yang bebas ke pasar dunia dapat menjamin tercapainya sasaran pembangunan. Dan kami akan berupaya agar negara-negara di kawasan Asia Pasifik mewujudkan kembali pembicaraan ini. Selain itu kami membuka pasar bagi masing-masing negara. Di kawasan Pasifik belahan ini, Amerika Serikat memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Singapura dan Australia dan kami melakukan perundingan tentang perjanjian serupa dengan Malaysia dan Korea Selatan. Di kawasan Pasifik belahan lainnya Amerika Serikat memiliki kesepakatan yang sukses dengan Kanda, Meksiko dan Chili. Dan kami memulai pembicaraan dengan Peru.”

Setelah kunjungan singkatnya di Singapura, Bush melanjutkan lawatannya ke Vietnam guna menghadiri konferensi puncak negara-negara APEC di Hanoi. Setelah itu menurut agenda, Bush akan mengunjungi Jakarta.

Iklan