Kuliah di Jerman: Pembiayaan | Jelajah Jerman | DW | 11.05.2013
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Jelajah Jerman

Kuliah di Jerman: Pembiayaan

Keterima kuliah di Jerman baru menjadi awal perjuangan - mahasiswa juga harus memikirkan biaya kuliah. Banyak kemungkinannya, mulai dari pinjaman hingga beasiswa.

Banyak institusi di Jerman yang menawarkan bantuan finansial bagi mahasiswa, tapi yang paling penting bagi setiap pencari beasiswa adalah harus bisa menonjol. Ini bukan hanya mungkin berkat kecerdasan atau nilai saja, kepribadian dan keterlibatan sosial juga menjadi pertimbangan. Organisasi penyedia beasiswa sama beragamnya dengan tipe mahasiswa yang mereka cari.

Ada juga sejumlah program yang menarget mahasiswa asing pada level sarjana dan pascasarjana. Mengumpulkan informasi dan mendaftar lebih dini amatlah penting, mengingat banyaknya pendaftar. Dalam beberapa tahun terakhir, hanya 3 persen mahasiswa Jerman yang mendapat beasiswa, jadi mahasiswa harus jeli dalam mencari cara lain untuk membiayai kuliah.

Berutang tanpa rasa bersalah

Mulai diterapkannya uang kuliah di sejumlah negara bagian Jerman semakin menekan keuangan mahasiswa. Beban mata kuliah mahasiswa sarjana dan pascasarjana juga menjadi tantangan tersendiri untuk dapat bekerja paruh waktu sembari menempuh studi.

Mahasiswa kerap mendapat akses mudah terhadap pinjaman

Mahasiswa kerap mendapat akses mudah terhadap pinjaman

Itulah mengapa semakin banyak politisi dan ekonom yang menyerukan kepada mahasiswa "untuk tidak takut berutang." Banyak bank Jerman yang kini menawarkan pinjaman dengan suku bunga rendah bagi mahasiswa, semenjak statistik menunjukkan bahwa lulusan universitas umumnya tidak menganggur terlalu lama dan mampu membayar utang dengan cepat.

Namun, bagi mahasiswa yang tertarik meminjam dari bank harus cermat membaca kontrak karena suku bunga di antara bank-bank Jerman cukup signifikan perbedaannya.

BAfoeG: pinjaman dari negara

Pemerintah Jerman juga menyediakan pinjaman bagi mahasiswa. Undang-undang yang dikenal dengan singkatan "BAfoeG," memperbolehkan mahasiswa meminjam sampai 650 Euro per bulan. Separuh dari jumlah tersebut terdiri dari pinjaman tanpa bunga, sementara separuh lagi adalah bantuan yang tidak perlu dibayar kembali.

Setiap mahasiswa Jerman berhak mendaftar untuk BAfoeG, sementara mahasiswa asing harus memenuhi salah satu dari sejumlah kriteria terkait berapa lama dan mengapa mereka tinggal di Jerman. Bagi yang tidak yakin apakah mereka berhak atau tidak, dapat meminta informasi kepada perhimpunan mahasiswa di universitas masing-masing.

Jumlah dana beasiswa

Sebagian besar beasiswa yang ditawarkan di Jerman disesuaikan dengan pemenuhan biaya hidup mahasiswa. Tapi bagi mereka yang ingin bekerja sembari kuliah harus lapor kepada penyedia beasiswa. Jumlah gaji yang diterima umumnya dikurangi dari jumlah dana beasiswa.

Partai politik Jerman sadar bahwa mahasiswa adalah pembuat keputusan di masa depan

Partai politik Jerman sadar bahwa mahasiswa adalah pembuat keputusan di masa depan

Fondasi politik

Bantuan finansial bagi mahasiswa asing dan kandidat doktor juga menjadi perhatian politisi Jerman. Banyak mahasiswa yang kuliah di Jerman memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai perusahaan dan institusi Jerman.

Terutama mahasiswa-mahasiswa berbakat dapat menerima bantuan dari yayasan politik, tapi mereka mencari mahasiswa yang sudah menunjukkan keterlibatan sosial sebelumnya dan kemungkinan besar menerapkan pengetahuan yang didapat di Jerman di negara asal.

Bantuan keuangan

Koalisi perhimpunan mahasiswa Jerman telah mengumpulkan informasi mengenai beasiswa di situs mereka, dan Dinas Pertukaran Akademis Jerman (DAAD) juga memiliki basis data yang ekstensif terkait beasiswa.

Mahasiswa yang menghadapi situasi finansial berat dapat mencari bantuan dari perhimpunan mahasiswa atau bahkan terkadang dari asosiasi religius yang terafiliasi dengan universitas yang menawarkan bantuan bagi mahasiswa.

Laporan Pilihan