KTT UE Masih Perdebatkan Energi Terbarukan | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 09.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

KTT UE Masih Perdebatkan Energi Terbarukan

Dalam pembahasan tema perlindungan iklim tampak adanya kesepakatan di antara kepala negara dan pimpinan pemerintahan Uni Eropa.

Foto bersama pimpinan Uni Eropa

Foto bersama pimpinan Uni Eropa

Kanselir Jerman Angela Merkel sebagai ketua dewan Eropa menyadari bahwa ia melontarkan bola panas. Pada akhir perdebatan para peserta pertemuan puncak Uni Eropa sepakat sampai tahun 2020 akan mengurangi 20 persen emisi gas rumah kaca di seluruh kawasannya. Uni Eropa ingin menjadi pelopor di kancah internasional dalam perlindungan iklim

Merkel:

„Hal ini penting dan diharapkan agar mitra lainnya di luar Eropa meniru sasaran ambisius tersebut.“

Demikian dikatakan ketua Dewan Eropa Kanselir Angela Merkel. Jika dalam hal penurunan emisi gas rumah kaca kemarin malam di Brussel tercapai kesepakatan, dalam peningkatan penggunaan energi terbarukan masih perlu adanya terobosan. Dalam hal ini Angela Merkel masih menaruh harapan. Kanselir Jerman ini menegaskan, sasaran yang berkaitan dengan peningkatan energi terbarukan, harus menjadi kesepakatan yang mengikat. Kuoatanya di seluruh Uni Eropa saat ini baru 6,5 persen. Angela Merkel ingin meningkatkannya sampai rata-rata 20 persen dalam 13 tahun mendatang. Salah satu cara untuk mencapainya, setiap negara harus mengambil bagian dalam keseluruhan tujuan pengembangan tersebut. Sasaran ambisius itu mengundang perdebatan sengit dalam Uni Eropa. Terutama dari Perancis, yang sebagian energinya berasal dari energi nuklir. Presiden Jacques Chirac meminta agar peran pembangkit energi nuklir yang tidak merusak lingkungan juga dipertimbangkan.

Sementara Perdana Menteri Luxemburg Jean-Claude Juncker mengatakan terdapat peluang untuk menetapkan sasaran peningkatan penggunaan energi terbarukan. Yang menentukan adalah setiap negara bersedia ambil bagian. Oleh karena itu Juncker meminta kerja sama lebih erat antara negara:

„Misalnya di bidang pembangkit energi angin, Luxemburg tidak dapat melakukan lebih banyak dibanding negara-negara tetangga yang memasang instalasi energi anginnya di laut lepas. Jika kami bekerja sama dengan Belgia dan Belanda maka dengan cara ini energi alternatif yang diproduksi dapat dinilai sebagai kontribusi Luxemburg, ini dapat dinilai sebagai cara penyelesaian Eropa.

Hari ini Angela Merkel akan menyodorkan usulan secara detail untuk rumusan bersama, tapi sebelum itu tema ini masih akan diperdebatkan.

Iklan