1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KTT Quad di Tokyo, Jepang
KTT Quad di Tokyo, JepangFoto: Masanori Genko/The Yomiuri Shimbun/AP/picture alliance
PolitikJepang

KTT ‘Quad’ di Jepang Agendakan Isu Cina dan Ukraina

24 Mei 2022

Kepala negara Amerika Serikat, Jepang, India dan Australia bertemu di Tokyo untuk memperkuat aliansi melawan pengaruh Cina. Namun perselisihan antara India dan AS soal invasi Rusia masih membayangi jalannya pertemuan

https://www.dw.com/id/ktt-quad-di-jepang-bahas-cina-dan-ukraina/a-61911888

Presiden AS, Joe Biden, mengatakan keempat negara sedang menghadapi "masa-masa kegelapan dalam sejarah kita bersama,” katanya merujuk pada invasi Rusia terhadap Ukraina. Krisis ini "lebih dari sekedar isu Eropa, ia adalah isu global,” imbuhnya.

Keempat negara, yang tergabung dalam forum keamanan segi empat, Quadrilateral Security Dialog atau Quad, mencanangkan keterbukaan akses terhadap kawasan Indo-Pasifik dan penanggulangan krisis iklim sebagai agenda utama dalam KTT di Tokyo, Selasa (24/5)

Dibentuk sebagai aliansi negara-negara demokratis melawan Cina pada 2017 lalu, Quad kini menjadi kendaraan diplomasi AS untuk kawasan Indo-Pasifik. "Ini adalah soal demokrasi melawan autokrasi, dan kita harus memastikan bahwa kita akan berhasil,” tutur Biden di awal KTT.

Dalam menghadapi pengaruh Cina, Perdana Menteri Fumio Kishida mengimbau negara Quad untuk "mendengarkan dengan seksama” aspirasi negara-negara jiran di Indo-Pasifik, "untuk membantu menanggulangi tantangan yang mereka hadapi.”

Peta Laut Cina Selatan
Laut Cina Selatan menjadi medan konflik utama antara negara Quad dan Cina

"Tanpa berjalan bersama dengan negara-negara di kawasan, kita tidak akan berhasil,” kata dia, merujuk kepada upaya diplomasi Cina merajut aliansi dengan negara-negara Asia, hingga ke Kepulauan Pasifik, termasuk Kepulauan Solomon.

Hari Selasa (24/5), Kementerian Luar Negeri Cina mengumumkan rencana lawatan Menlu Wang Yi ke delapan negara Kepulauan Pasifik, antara 26 Mei hingga 4 Juni mendatang.

Sementara itu, KTT di Tokyo digunakan oleh para kepala negara untuk bertemu secara langsung dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, yang baru terpilih 21 Mei silam.

Dialog damai India dan AS

Betapapun, perselisihan antara AS dan India terkait hubungan dagang dengan Rusia masih membayangi jalannya pertemuan puncak di Tokyo. Analis meyakini, Biden akan berusaha menggunakan pendekatan lunak kepada Modi.

"Hukum internasional, hak asasi manusia harus selalu ditegakkan, terlepas di mana pun ia dilanggar di dunia,” kata Biden dalam pembukaan KTT. 

Sejauh ini, India bersikap abstain terhadap tiga resolusi Sidang Umum PBB yang mengecam Rusia terkait perang di Ukraina. India dan Rusia disatukan kedekatan sejarah yang berakar pada Perang Dingin. India adalah satu-satunya anggota Quad yang bersikap abstain dalam invasi di Ukraina.

Pemerintah di New Delhi, yang sejak lama bergantung pada impor senjata dari Rusia, juga tidak jengah menyambut tawaran Moskow membeli minyak dengan harga diskon, ketika barat menjatuhkan embargo pada bulan Maret silam. 

Sehari sebelum KTT di Tokyo, New Delhi mengklaim AS sedang memperimbangkan "dukungan investasi” senilai USD 4 miliar untuk India. Pernyataan itu diumumkan setelah kedua negara menandatangani kerjasama di bidang kesehatan, produksi vaksin Covid-19, energi terbarukan, keuangan dan infrastruktur.

"Jelas bahwa pemerintahan Biden tidak sedang mencari masalah dengan India,” kata Michael Green, bekas penasehat bekas Presdien AS, George W. Bush. Menurutnya, kedua kepala negara akan berusaha menghindari konfrontasi di muka publik, dengan "pembicaraan paling sulit akan dilakukan secara pribadi,” tuturnya.

rzn/hp (rtr,ap)