KTT Liga Arab Resmi Dibuka | Fokus | DW | 28.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

KTT Liga Arab Resmi Dibuka

Solidaritas merupakan inti KTT Liga Arab tahun ini. Pemerintah negara tuan rumah Arab Saudi sudah melakukan persiapan keamanan sejak dua bulan lalu dan menjadikan hari penyelenggaraan KTT sebagai hari libur nasional.

Presiden Suriah Assad yang turut hadir KTT Liga Arab

Presiden Suriah Assad yang turut hadir KTT Liga Arab

Para pemimpin negara dari 22 negara anggota akan hadir kecuali Muammar al Khadaffi dari Libya yang membatalkan jadwal kehadirannya di KTT Riyadh.

Beberapa hari lalu, para menteri luar negeri dari negara-negara anggota mempersiapkan resolusi yang akan dibicarakan Rabu (28/3) dan akan diumumkan resmi pada penutupan KTT Kamis (29/3). Agenda pembicaraan harian KTT Liga Arab adalah krisis berkepanjangan di Timur Tengah. Untuk itu Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa mengatakan, "Masalah Palestina dan sengketa antara Arab dan Israel menjadi titik tengah upaya perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Di luar krisis rumit di Irak dan pengaruh saat ini serta di masa depan, situasi di Timur Tengah mau tidak mau terhubung dengan masalah Palestina. Perubahan nyata di Timur Tengah secara politis bisa terjadi jika masalah Palestina dapat diselesaikan.“

Tema utama KTT Liga Arab tahun ini merupakan kelanjutan rencana perdamaian Arab Saudi dari KTT tahun 2002. Dalam KTT Liga Arab di Beirut Libanon lima tahun silam, semua yang terlibat sepakat untuk membuka hubungan dengan Israel. Syaratnya, Israel harus memberikan wilayah Palestina yang diduduki Israel. Tapi menurut Menteri Luar Negeri Arab Saudi Saud al Faisal sebelum pembukaan KTT, Israel menolak usulan Arab Saudi tersebut. Sudah 20 kali Israel menolak persyaratan itu dan mungkin akan mengulanginya.

Namun Saud al Faisal secara hati-hati menyatakan adanya kemungkinan kemajuan, “Dalam pembicaraan persiapan agenda harian, kami menyadari perkembangan baru, termasuk diantaranya kemungkinan perubahan, tambahan atau perbaikan. Ini juga termasuk tema dan masalah yang akan dibicarakan para pemimpin negara anggota supaya dapat mereka setujui dengan hasil baru dan yang dapat diselesaikan dengan cepat.”

Tema lainnya dari agenda pembicaraan KTT Liga Arab adalah krisis di Irak, Somalia, Darfur dan memanasnya situasi di Libanon. Kedatangan yang terpisah antara delegasi Presiden Libanon Emile Lahud dan rombongan Perdana Menteri Libanon Fuad Siniora mencerminkan perpecahan di negara itu.

Presiden Suriah Bashar al Assad yang sejak perang Libanon musim panas lalu memiliki hubungan yang merenggang dengan Liga Arab juga menyatakan hadir dalam KTT yang yang dibuka hari Rabu (28/03). Setelah serangan Israel ke LIbanon, Presiden Suriah Assad menyebut pemimpin negara Arab bersikap “banci”.

Pertengahan bulan ini ketika Wakil Presiden Suriah Farouk al Sharaa berkunjung ke Kairo, Mesir, menyatakan bahwa ucapan presidennya ditujukan kepada pemerintah negara Arab yang lemah. Kesepakatan merupakan tujuan yang ingin dicapai. Pemerintah negara-negara Arab ingin menjauhkan Suriah dari Iran dan menarik Suriah kembali ke pihak Arab. KTT di Riyadh dapat menjadi peristiwa penting bagi Suriah untuk menemukan peran diplomatiknya yang menentukan di kawasan Timur Tengah seperti yang pernah dilakukan Presiden Suriah terdahulu, Hafiz Al Assad.