KTT Darurat SADC: Kondisi Zimbabwe Mencemaskan | dunia | DW | 29.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

KTT Darurat SADC: Kondisi Zimbabwe Mencemaskan

Mampukah KTT Darurat negara-negara Afrika bagian selatan menekan diktator Robert Mugabe agar turun pada waktunya?

Morgan Tsvangirai

Morgan Tsvangirai

"Semuanya berjalan secara salah. Segalanya berjalan di tingkat negatif: tingkat kemiskinan, inflasi, pengangguran. Rakyat sampai tak mampu membayar apapun juga. Tidak pernah dalam sejarah, Zimbabwe jatuh dalam keadaan seperti ini. Ini sungguh-sungguh malapetaka." Demikian kata Morgan Tsvangirai, pemimpin oposisi Gerakan untuk Perubahan demokratik Zimbabwe, dalam wawancara khusus.

Namun hanya beberapa belas jam sesudah wawancara itu, kantor Tsvangirai digerebek. Tsvangirai kemudian dilepaskan, tapi sejumlah rekannya ditangkap dengan tuduhan terlibat aksi terorisme. Ketika semua kekerasan itu terjadi, diktator Zimbabwe, Robert Mugabe, tiba di Dar Es Sallam, ibu kota Tanzania. Ia hadir di sana untuk menghadiri Pertemuan Darurat 14 negara yang tergabung dalam Masyarakat Pembangunan Afrtika Bagian Selatan, SADC, untuk mencari solusi bagi kekacauan Zimbabwe.

Seperti digambarkan Morgan Tsavingirai, keadaan Zimbabwe sungguh tak tertanggungkan. Inflasi melewati angka 1.700 persen, angka tertinggi di dunia. Kekecauan melanda seluruh negeri, namun Robert Mugabe, diktator berusia 83 tahun yang berkuasa sejak negeri itu merdeka dari Inggris tahun 1980, tak mau turun. Ia justru ingin memperpanjang jabatan yang mestinya selesai tahun 2008 menjadi tahun 2010. Protes oposisi dihadapi dengan kekerasan yang sangat vulgar. Morgan Tsvangirai sampai ditangkap dan dipukuli secara brutal, padahal ia merupakan pemimpin opossisi terbesar, Gerakan Untuk Perubahan Demokratik.

Robert Mugabe menjadi salah satu pemimpin paling cemar di dunia sekarang ini. Perdana Menteri Australia John Howard menggambarkannya: "Dia dulu memang berperan dalam perjuangan melawan apartheid. Tapi sekarang ia merupakan bencana. Negaranya jatuh dalam bencana yang luar biasa parah. Polisi juga bertindak sangat brutal. Mereka bahkan memukuli para tokoh oposisi."

Negara-negara tetangga Zimbabwe selama ini cenderung membisu. Namun keadaan yang begitu parah memaksa Komunitas Pembangunan Afrika Bagian Selatan SADC untuk berbuat sesuatu. Karenanya, KTT darurat dilangsungkan di Dar Es Salaam, Tanzania. Seorang bekas menteri Zimbabwe mengatakan, para pemimpin 14 negara SADC akan mendesak Mugabe untuk benar-benar pensiun setelah masa tugasnya selesai tahun 2008 nanti. Hasilnya masih belum akan jelas.

Yang sudah sangat jelas adalah, di Zimbabwe rakyat dilanda kekacauan sosial ekonomi dan politik. Dan para anggota oposisi berada dalam ancaman bahaya. Sebagaimana digambarkan Morgan Tsavingari, pemimpin oposisi Zimbabwe kepada radio DW, beberapa belas jam sebelum kantornya diobrak-abrik polisi.

Iklan