KTT Cina-ASEAN di Nanning | dunia | DW | 30.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

KTT Cina-ASEAN di Nanning

Selama 15 tahun terakhir China dan negara-negara ASEAN menjalin hubungan kerja sama erat di berbagai bidang.

Lokasi konferensi tingkat tinggi Cina-Asean di Nanning

Lokasi konferensi tingkat tinggi Cina-Asean di Nanning

Peningkatan kerja sama Cina-ASEAN terutama dalam bidang perdagangan menjadi agenda utama konferensi tingkat tinggi antara Cina dan sepuluh negara ASEAN di Nanning, Cina. Kemitraan strategis antara ASEAN dan China memang makin penting, demikian penjelasan Professor Cheng dari Universitas Hongkong

Cheng: „Dalam sepuluh tahun terakhir ASEAN menerima China sebagai kekuatan regional di Asia Utara. Politik luar negeri ASEAN bertujuan mengajak China bekerja sama dalam konteks internasional. Tapi, di lain pihak ASEAN berupaya menjaga keseimbangan kekuatan antar Asia Timur dan Asia Tenggara. Karena itu, ASEAN juga bekerja sama dengan Asutralia, Selandia Baru dan India, untuk mengimbangi kekuataan China.“

Terutama di bidang ekonomi, Cina sekarang merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan. Dalam KTT di Nanning, Perdana Menteri Wen Jiabao juga menyebutkan sejumlah aspek kerja sama lainnya yang dibahas. Misalnya kerja sama untuk merumuskan strategi anti-terorisme, penanganan kejahatan trans-nasional, keamanan maritim serta penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.

Mengenai agenda KTT Nanning, juru bicara Presiden Yudhoyono Dino Patti Djalal menerangkan:

„Yang ditanda-tangani tadi adalah suatu kerja sama antara ASEAN dan China di bidang kemitraan strategis tadi ditanda-tangani oleh semua pemimpin ASEAN dan juga PM Wen Jia Bao mewakili China. Ini merupakan kemitraan yang komprehensif mencakup aspek kerja sama diplomatik, kerja sama ekonomi, perdagangan, people to people, kerja sama di bidang energi dsb.“

Walau penanda-tanganan kemitraan strategis antar China dan ASEAN tampak sebagai keberhasilan, namun sejumlah pengamat politik mengkritik kurangnya kebijakan nyata yang merinci bentuk kerja sama tersebut. Sekalipun demikian, konferensi tingkat tinggi ini dapat dinilai sebagai langkah simbolis pertama Beijing untuk lebih mendekatkan diri pada negara-negara ASEAN.

Selain menanda-tangani nota kesepahaman Cina-ASEAN, Perdana Menteri Wen Jiabao juga melakukan beberapa pertemuan bilateral, antara lain dengan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Dino Patti Djalal: „Tadi dibahas berbagai aspek kerja sama, misalnya kerja sama di bidang perdagangan, untuk meningkatkan investasi dua arah antara China dan Indonesia dan juga untuk meningkatkan kerja sama kepariwisataan. Ada kesepakatan untuk kerja sama di bidang pertahanan, peningkatan kunjungan kapal perang, pelatihan militer untuk non–tradisional dan lain sebagainya.“

Selanjutnya Dino mengatakan, pembahasan kerja sama antar China dan Indonesia sudah cukup mendalam, sehingga sekarang hanya diperlukan peluncuran kebijakan sebagai implementasi nota kesepahaman itu.

  • Tanggal 30.10.2006
  • Penulis Ziphora Robina
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPBG
  • Tanggal 30.10.2006
  • Penulis Ziphora Robina
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPBG
Iklan