KTT APEC di Hanoi | Fokus | DW | 18.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

KTT APEC di Hanoi

Presiden Amerika Serikat George W. Bush kemarin tiba di Hanoi Vietnam. Yakni untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi kerjasama Asia Pasifik APEC yang dimulai Sabtu ini (18/11). Meskipun demikian sejumlah pembicaraan sudah berlangsung sejak kemarin (17/11).

default

Tema pidato awal para pimpinan dan kepala negara anggota APEC adalah upaya menjembatani perbedaan perkembangan dalam organisasi yang beranggotakan 21 negara tersebut. Selain itu tantangan reformasi ekonomi bagi pemerintah dan risiko keamanan yang dapat mengancam pertumbuhan ekonomi. Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, masalah kesehatan seperti flu burung dan SARS, serta masalah ketidakstabilan politik dan keamanan dan terorisme yang tahun lalu tidak hanya membayangi Indonesia melainkan juga negara-negara di kawasan APEC

Yudhoyono: “Konflik antar negara, kekerasan di dalam negeri, kurangnya toleransi dan ekstremisme berdampak buruk bagi ekonomi. Hal itu menurunkan produktivitas dan menghambat kemakmuran. Untuk menghadapinya, kita dalam APEC harus memperkuat toleransi dan dialog antar budaya. Upaya tersebut tidak hanya akan menciptakan kawasan budaya yang stabil dan aman tapi juga meningkatkan pertukaran ekonomi.”

Sementara itu dalam pidatonya, perdana menteri transisi Thailand Surajud Chulanot menjanjikan anggota APEC pengembalian segera negara itu ke tatanan demokrasi:

Surajud: “Pemerintah transisi Thailand akan berupaya agar terwujud transparansi lebih besar, pemerintahan lebih baik serta stabilitas sosial dan politik di Thailand. Agar bagi mitranya di APEC dan di seluruh dunia Thailand menjadi tempat yang lebih baik sehingga di dan bersama Thailand, orang dapat melakukan bisnis lebih baik.”

Kehadiran Presiden George W. Bush dalam KTT APEC tanpa disertai hadiah yang sangat diharapkan Vietnam sebagai tuan rumah. Yakni perjanjian normalisasi perdagangan bilateral jangka panjang kedua negara yang pekan ini gagal di kongres Amerika Serikat. Dalam KTT APEC kali ini, negara-negara anggotanya berupaya memperbesar keseragaman dalam kawasan ekonomi Asia Pasifik. Dalam kunjungan sebelumnya di Singapura, Bush menyampaikan

“Tahun 1994 dalam pertemuan APEC di Bogor tercapai kesepakatan historis yakni liberalisasi perdagangan di kawasan Asia Pasifik sampai tahun 2020. Dan Amerika Serikat mendukung sasaran ini. Sekarang sejumlah negara APEC mendukung keseragaman untuk kawasan perdagangan bebas Asia Pasifik. Menurut saya ini harus benar-benar diperhatikan.”

Namun sasaran utama KTT APEC di Hanoi adalah pelaksanaan kembali pembicaraan liberalisasi perdagangan dunia yang gagal bulan Juli lalu.