KTT APEC Berakhir | Fokus | DW | 19.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

KTT APEC Berakhir

Konferensi Tingkat Tinggi kerjasama ekonomi Asia Pasifik APEC yang berlangsung di ibukota Vietnam Hanoi berakhir kemarin (19/11).

Suasana KTT APEC

Suasana KTT APEC

Liberalisasi perdagangan di antara negara anggota APEC dan program atom Korea Utara menjadi agenda utama KTT yang dimulai hari Sabtu (11/11) lalu. Amerika Serikat sebenarnya ingin memanfaatkan forum pertemuan itu untuk lebih menekan rejim di Pyongyang guna mengakhiri program atomnya. Dalam sejumlah pembicaraan bilateral serta sidang bersama Amerika Serikat mendesak para pimpinan dan kepala negara APEC untuk memperbesar tekanan terhadap Korea Utara agar negara itu kembali ke meja perundingan tentang program atomnya enam negara, yang terdiri dari Amerika Serikat, Rusia, Cina, Jepang, Korea Selatan dan Utara.

Namun di akhir KTT APEC, untuk tema Korea Utara hanya dibacakan deklarasi di balik ruang tertutup oleh Presiden Vietnam Nguyen Mienh Triet. Di mana disebutkan, para pimpinan APEC menganggap program atom Korea Utara sebagai ancaman bagi perdamaian dan stabilitas serta meminta agar Korea Utara kembali ke perundingan enam negara serta pelaksanaan sanksi PBB bagi negara itu baru-baru ini.

Sebelumnya Menteri luar negeri Condoleezza Rice menyerukan pimpinan di Pyongyang agar mencontoh Vietnam, yang dengan politiknya menjadi anggota yang diakui dalam Organisasi Perdagangan Internasional WTO dan menjadi kawan Amerika Serikat

Sementara Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer mengatakan, dengan pelaksanaan kembali pembicaraan enam negara saja tidak cukup. Yang penting adalah hasil nyata dari perundingan tentang program atom Korea Utara dan dijalankannya kesepakatan oleh Korea Utara.

Dalam KTT di Hanoi, tidak semua anggota APEC merasa puas dengan pembicaraan yang terfokus pada masalah program atom Korea Utara. APEC pada dasarnya adalah forum kerjasama ekonomi. Demikian dikatakan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi dalam pidatonya. Setelah serangan teror 11 September 2001 di New York, terjadi pergeseran dalam agenda utama APEC. Seharusnya APEC kembali pada tema utama.

Salah satu tema penting sebenarnya dari ke-21 negara anggota forum kerjasama Asia Pasifik adalah liberalisasi hubungan perdagangan. Kepala negara dan pemerintahan APEC menyatakan akan berupaya melaksanakan kembali pembicaraan liberalisasi perdagangan dunia WTO yang gagal bulan Juli lalu. Mereka bersedia melakukan kompromi yang lebih luas demi tercapainya kesepakatan Doha. Namun untuk mencapai keberhasilan perundingan perdagangan dunia WTO negara-negara di kawasan lainnya harus mengikuti contoh yang dilakukan APEC.