1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Travel

Kotak Hitam Ditemukan, Apa Penyebab Kecelakaan?

1 November 2018

Black Box yang menyimpan data rekaman penerbangan pesawat Lion Air JT-610 telah ditemukan tim penyelam. Meski demikian, butuh hingga enam bulan untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawaat naas itu.

https://p.dw.com/p/37VPB
Indonesien Teil des Flugschreibers von abgestürzter Lion Air Maschine geborgen
Foto: Reuters/Antara Foto/M. Adimaja

Apa yang sebenarnya terjadi ketika pesawat Lion Air yang berpenumpang 189 orang jatuh ke laut? Penemuan salah satu black box pesawat terbang, Kamis Kamis (01/11) bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui kesalahan apa yang mungkin terjadi ketika pesawat JT-610 hilang kontak hanya 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Senin lalu (29/10).

"Kami menggagali dan menemukan kotak hitam,” ungkap Hendra, tim penyelam yang menemukan kotak berwarna oranye tersebut dari antara serpihan pesawat di dasar laut yang berlumpur.

Hendra juga menambahkan bahwa dia hanya melihat "sebagian kecil potongan" badan pesawat, ketika sinyal ”ping" dari kotak hitam ditemukan.

Kini, alat yang disebut Flight Data Recorder (FDR) tersebut telah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), untuk menjelaskan kenapa pesawat baru Boeing 737 MAX 8 jatuh.

Mencari tahu penyebab kecelakaan

Meski kotak hitam telah ditangan, namun dibutuhkan tiga minggu untuk mengunggah data tersebut dan sekitar enam bulan untuk menganalisisnya. Dari data FDR akan diketahui masalah teknis yang terjadi ketika pesawat hilang kontak.

"Data dari pesawat – mesin, seluruh instrumen – terekam di sana,” ungkap pakar penerbangan Dudi Sudibyo kepada AFP. "Jika ada sebuah anomali, beberapa masalah teknis, semuanya akan terekam di sana,” katanya menambahkan.

Spekulasi yang muncul sejauh ini adalah terkait kelaikan pesawat terbang, sebab sehari sebelum pesawat lepas landas menuju Pangkal Pinang, pesawat tersebut mengalami masalah teknis dalam penerbangan sebelumnya pada hari Minggu (28/10) dari Denpasar, Bali. CEO Lion Air, Edward Sirat menyebutkan perbaikan telah dilakukan "sesuai dengan prosedur” sebelum pesawat JT-610 diizinkan kembali mengudara dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Tim investigasi akan mencari tahu kenapa pilot meminta untuk kembali ke landasan tak lama setelah lepas landas. Permintaan ini telah diizinkan petugas di ATC (Air Traffic Control), namun tak lama kemudian pesawat hilang kontak.

Keselamatan penerbangan

Presiden Joko Widodo pun mengintruksikan agar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperketat keselamatan penumpang dan maskapai penerbangan. Perintah ini diberikan agar kasus kecelakaan pesawat seperti Lion Air JT-610 tidak terulang. 

Secara khusus, Menteri Perhubungan menyebutkan bahwa maskapai Lion Air akan menjalani inspeksi secara intensif lewat pemeriksaan secara acak terhadap 40 persen penerbangannya. Sementara pemeriksaan pada maskapai lainnya sekitar 10-15 persen.

Pemerintah juga mempertimbangkan untuk meninjau harga tarif pesawat yang berbiaya murah (Low Cost Carrier), ungkap Sumadi tanpa memberi keterangan lebih lanjut.

Black Box Ditemukan, Pencarian Fokus Pada Tubuh Utama Lion Air

ts/hp (Reuters, AFP, kompas.com)