Korvet untuk Indonesia | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 16.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Korvet untuk Indonesia

“Saya datang untuk meresmikan dua kapal Korvet yang sedang kita pesan dan bangun di Vlissingen.” Begitu ujar Menteri Pertahanan Indonesia, Juwono Sudarsono di hadapan masyarakat Indonesia di Belanda hari Kamis (14/09).

Kunjungan Juwono ke Belanda terkait dengan pembelian empat kapal Korvet jenis Sigma Class oleh Indonesia. Korvet termasuk kapal perang berukuran kecil, sekitar 1000 ton, diperlengkapi dengan peluru kendali dan mampu menyerang kapal selam. Kapal seharga kurang lebih 200 juta Dollar itu hingga kini masih dalam proses perampungan di galangan kapal Belanda di Vlissingen. Juwono mengunjungi galangan kapal di Vlissingen hari Sabtu (16/09) untuk membaptis dua kapal pertama dengan nama Hassanudin dan Diponegoro.

Langkah Indonesia untuk membeli empat kapal perang Korvet tersebut telah memicu kontroversi di kalangan anggota parlemen Belanda. Mereka terutama mengkhawatirkan, bahwa ke-empat kapal perang itu akan digunakan oleh militer Indonesia untuk kembali melakukan pelanggaran HAM. Namun hal ini dibantah oleh Juwono Sudarsono.

Sulit dibayangkan bahwa kapal perang bisa dipakai untuk pelanggaran HAM. Itu biasanya porsi angkatan darat itu sorotannya itu. Dan itu kaitannya dengan masalah peran polisi dan rule of law.”

Sebelumnya pemerintah Indonesia telah menunjuk perusahaan galangan kapal Belanda, Schelde Marinebouw B.V pada tahun 2004. Seluruhnya terdapat empat kapal Korvet yang dipesan Indonesia. Pengadaan kapal perang ini dilakukan melalui kredit ekspor tahun 2005-2009 senilai 1,9 miliar Dollar. Rencana pembeliannya sendiri telah ditetapkan dalam rencana strategis TNI AL untuk tahun 2003-2013. Menteri pertahanan, Juwono Sudarsono menjelaskan,

Salah satu dari usaha kita untuk mengembangkan kekuatan di bidang laut agar supaya peralatan kita agak lebih modern daripada sebelumnya.”

Memang harus diakui, kekuatan angkatan laut Indonesia hingga kini masih mengkhawatirkan. Sebuah kajian komprehensif mencatat bahwa idealnya Indonesia memiliki 190 Kapal untuk mengamankan seluruh perairan Indonesia. Namun jumlah armada kapal yang dimiliki Indonesia berada di bawah jumlah minimum 138 kapal.

Anggaran yang minim dan politik pertahanan Indonesia yang sebelumnya terlalu terpaku kepada angkatan darat, membuat lautan Indonesia menjadi tidak aman. Sejauh ini pemerintah telah berusaha untuk memperbaiki kualitas angkatan laut Indonesia melalui kerja sama dengan berbagai negara. Salah satunya adalah kerja sama dengan Belanda dalam bidang pendidikan perwira dan pengadaan senjata.

  • Tanggal 16.09.2006
  • Penulis laporan Rizky Nugraha dari Belanda
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPBz
  • Tanggal 16.09.2006
  • Penulis laporan Rizky Nugraha dari Belanda
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPBz
Iklan