Korut Rencanakan Uji Coba Senjata Nuklir, Korsel Bersiap-Siap | Fokus | DW | 04.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Korut Rencanakan Uji Coba Senjata Nuklir, Korsel Bersiap-Siap

Krisis di Semenanjung Korea kembali memanas setelah Korut mengumumkan akan melakukan uji coba senjarta nuklir. Seoul sendiri menilai rencana tersebut bukan sekedar ancaman.

Berita pengumuman uji coba senjata nuklir Korut di sebuah surat kabar Korsel

Berita pengumuman uji coba senjata nuklir Korut di sebuah surat kabar Korsel

Korea Utara dipastikan akan menggelar uji coba senjata nuklirnya jika pembicaraan antara enam negara yang terkait kasus Korea gagal mencapai kesepakatan. Demikian pernyataan Menteri Persatuan Korea Selatan, Lee Yong Seok di hadapan Parlemen Korsel seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap.

Menurut Lee, Korea Utara ingin menambah tekanannya kepada Amerika Serikat melalui ancaman uji coba senjata nuklir tersebut. Pyongyang berusaha melunakkan sikap AS yang selama ini ´keras terhadap tuntutan Korut.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan, Roh Moo Hyung dilaporkan segera menggelar rapat kabinet darurat untuk membahas rencana negara tetangganya tersbut. Roh juga menuntut Pyongyang agar membatalkan rencana uji coba senjata nuklirnya dan kembali ke meja perundingan.

Menteri Pertahanan Korea Selatan, Yoon Kwang Ung menekankan, negaranya akan mengambil langkah yang diperlukan jika Korea Utara melakukan uji coba senjata nuklir.

Cina, negara yang selama ini berada di belakang pemerintahan Pyongyang, juga menyerukan Korea Utara agar bersikap menahan diri. Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh kementrian luar negeri Cina, Semua pihak di semananjung Korea harus berusaha menghindari segala upaya yang dapat memanaskan situasi.

Sebelumnya pemerintahan di Pyongyang mengumumkan pada hari selasa (3/10) akan melakukan uji coba tersebut sebagai bagian dari latihan pertahanan menghadapi ancaman perang nuklir.

Pembicaraan enam negara yang melibatkan AS, Cina, Rusia, Jepang dan kedua negara Korea yang dimulai 2004 mengalami kegagalan dan dibekukan tahun lalu. Korea Utara menuntut pencabutan sanksi ekonomi sebagai syarat untuk menghidupkan kembali perundingan.

  • Tanggal 04.10.2006
  • Penulis AFP/AP/DPA/RZN
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CJaK
  • Tanggal 04.10.2006
  • Penulis AFP/AP/DPA/RZN
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CJaK