Korut Beri Sinyal Dialog, Korsel Segera Menyambut | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 02.01.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Korut Beri Sinyal Dialog, Korsel Segera Menyambut

Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un menyerukan perbaikan hubungan dengan Korea Selatan. Inilah sinyal dialog pertama dari Korut sejak meruncingnya sengketa nuklir.

Dalam pidato tahun baru yang disampaikan hari Senin (1/1/18), Kim Jong Un memberi sinyal dialog ke arah Korea Selatan. Pimpinan Korea Utara itu mengusulkan agar negaranya dilibatkan dalam Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan.

"Partisipasi Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin akan jadi kesempatan baik untuk menunjukkan kebanggaan nasional. Kami berharap Olimpiade Musim Dingin ini berjalan sukses. Pejabat dari kedua negara akan segera bertemu untuk membahas kemungkinan tersebut," kata Kim Jong Un.

Menteri Unifikasi korea Selatan Cho Myong Gyon (Getty Images/AFP/J. Yeon-Je)

Menteri Unifikasi korea Selatan Cho Myong Gyon

Menteri Unifikasi Korea Selatan Cho Myoung-Gyon mengatakan; "Seoul sudah berulangkali menegaskan kesediaan untuk mengadakan pembicaraan dengan Korea Utara kapan saja dan di manapun tempatnya".

"Kami berharap Korea Utara dan Selatan bisa saling bertatap muka dan mendiskusikan partisipasi delegasi Korea Utara di Olimpiade Pyeongchang,  serta isu-isu lain yang menjadi kepentingan bersama untuk memperbaiki hubungan antar-Korea," katanya pada sebuah konferensi pers.

Baca juga:

Tanggapi Tuduhan Trump, Cina Bantah Jual Minyak ke Korea Utara

Rusia Tawarkan Diri Jadi Penengah Antara AS dan Korea Utara

Reaksi positif pertama

Presiden Korea Selatan Moon Jae In hari Selasa (2/1) mengusulkan agar kedua negara mengadakan perundingan tingkat tinggi pada 9 Januari. Namun dia menegaskan, perbaikan hubungan antara kedua negara Korea itu harus berjalan seiring dengan langkah-langkah menuju denuklirisasi.

Korea Utara dalam beberapa bulan terakhir telah melakukan serangkaian tes peluncuran rudal dan uji coba nuklir keenam dan paling kuat - yang konon merupakan bom hidrogen.

Pernyataan Kim Jong Un itu merupakan indikasi pertama kesediaan Korea Utara untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin, yang akan berlangsung dari 9 hingga 25 Februari mendatang.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (picture-alliance/Yonhap)

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in

Presiden Korea Selatan Moon Jae In menyebut hal itu sebagai "tanggapan positif". Dia mengatakan, keterlibatan Korea Utara di Olimpiade Pyeongchang akan menjadi "kesempatan terobosan untuk perdamaian". Lokasi Olimpiade Musim Dingin tahun ini hanya berjarak 80 kilometer dari perbatasan antar Korea.

Baca juga:

Jerman, Korea Utara dan Diplomasi Yang Tak Punya Peran

Krisis Nuklir Korea: AS Kembali Peringatkan Pimpinan Korea Utara

Kedua negara Korea saat ini dipisahkan oleh zona demiliterisasi yang ditetapkan sejak akhir perang Korea 1950-53. Konsultasi tingkat tinggi antara kedua negara Korea yang terakhir dilaksanakan pada tahun 2015.

hp/as (afp, rtr, ap)

 

Laporan Pilihan