Korea Utara dan Korea Selatan Sepakat Akhiri Perang, Apa Komentar Dunia? | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 27.04.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Korea Utara dan Korea Selatan Sepakat Akhiri Perang, Apa Komentar Dunia?

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akhirnya sepakat akhiri perang Korea. Apa komentar Rusia, Amerika Serikat dan NATO?

Keduanya berjanji bekerja sama untuk  "denuklirisasi  sepenuhnya  semenanjung Korea".  Kesepakatan diambil dalam  KTT Antar  Korea  pertama dalam kurun  lebih dari satu dekade

Presdien Korea Selatan, Moon Jae-In mengungkapkan:   "Sangat penting bahwa Korea Utara mengambil langkah pertama untuk membekukan nuklir. Ini akan menjadi awal  berharga untuk denuklirisasi penuh di semenanjung Korea. Saya dengan jelas menyatakan bahwa Korea Selatan dan Utara akan bekerja sama erat untuk denuklirisasi sepenuhnya."    

Ditambahkannya,  "Kim Jong Un dan saya menyatakan bersama bahwa tidak akan ada lagi perang di Semenanjung Korea dan perdamaian telah dimulai."

 Kedua Korea mengumumkan  akan bekerja  dengan Amerika Serikat dan Cina tahun ini untuk mengakhiri secara  resmi perang Korea dan mencari kesepakatan  untuk membangun perdamaian "permanen" dan "solid".

Sementara itu, pemimpin Korea Utara,  Kim Jong Un mengatakan:   "Kami akan berupaya ciptakan hasil yang baik dengan berkomunikasi  erat, untuk memastikan perjanjian kami ditandatangani hari ini di hadapan seluruh dunia, tidak akan berakhir seperti perjanjian sebelumnya."

Deklarasi itu termasuk janji untuk mengurangi senjata militer secara bertahap, menghentikan permusuhan, mengubah perbatasan  jadi zona damai dan  gelar dialog multilateral.

Tonton video 01:48

Kedua Pemimpin Korea Capai Kesepakatan Akhiri Perang

Menoreh sejarah

KTT Korea adalah pendahulu untuk pertemuan antara Kim dan Presiden AS Donald Trump, yang bakal berlangsung pada akhir Mei atau awal Juni. Penmerintahan Trump telah menerapkan pendekatan "tekanan maksimum" ke Korea Utara.

NATO berkomentar ini adalah langkah yang membuat bersemangat. Rusia berminat untuk menjadi fasilitator kerjasama antara Korea Utara dan Korea Selatan, termasuk dalam pembangunan rel kereta, pasokan gas dan energi listrik. Sementara Trump berujar: "Apa yang terjadi di Korea saat ini sangat membanggakan. "

Baca juga:
Pemimpin Dua Negara Korea Gelar Pertemuan Bersejarah

Korea Utara Umumkan Penghentian Program Nuklir dan Rudal

Kehangatan sebelum pertemuan resmi

Sebelum pertemuan dimulai, Moon tampak bergandengan tangan dengan Kim. Kedua negara itu ingin mengakhiri konflik puluhan tahun mereka dan mengurangi ketegangan atas program senjata nuklir Korea Utara.

KTT ini diadakan di rumah perdamaian Inter-Korea di bagian selatan Zona Demiliterisasi  (DMZ) antara Korea Utara dan Korea Selatan. DMZ  yang terletak di Desa Panmunjom, adalah tempat semua pertemuan antara Korea Utara dan Komando PBB atau Korea Selatan berlangsung sejak 1953.

Kim adalah pemimpin Korea Utara pertama yang memasuki sisi selatan Zona Demiliterisasi (DMZ) sejak Perang Korea berakhir pada tahun 1953. Para pemimpin Korea Utara dan Selatan telah bertemu hanya tiga kali sebelumnya di zona demiliterisasi.

Pertemuan terakhir terjadi pada 2007 ketika mendiang Kim Jong Il, yang merupakan pemimpin Korea Utara sejak 1994 hingga kematiannya pada 2011, bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun.

ap/yf(dpa/ap/rtr)

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait