Korea Utara dan Korea Selatan Berunding Kembali | dunia | DW | 27.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Korea Utara dan Korea Selatan Berunding Kembali

Akan dibicarakan mengenai kemungkinan terjalinnya hubungan yang lebih baik antara kedua negara.

Seorang serdadu Korea Selatan di perbatasan dengan Korea Utara

Seorang serdadu Korea Selatan di perbatasan dengan Korea Utara

Setelah kesepakatan dicapai pada perundingan atom di Beijing, situasi terlihat lebih tenang di semenanjung Korea. Mulai Maret mendatang Korea Utara dan Badan Energi Atom Internasional akan berunding untuk menentukan, mulai kapan para inspektur internasional dapat kembali mengawasi instalasi atom di Yongbyon. Sebelumnya ketua juru runding Korea Utara, Kim Kye Gwan, akan bertemu dengan juru runding Amerika Serikat, Christopher Hill, di Amerika Serikat. Dan Amerika Serikat masih berunding di Makau tentang akhir dari sanksi ekonomi bagi rezim Korea Utara. Hal ini menyangkut 24 juta Dollar Amerika yang dibekukan satu setengah tahun lalu.

Semua ini merupakan isyarat bagi sebuah perubahan luar biasa dari iklim politik di Asia Timur setelah Korea Utara mengakibatkan mendinginnya situasi dengan tembakan roket dan tes nuklirnya tahun lalu. Sejak dua minggu situasi terlihat semakin membaik dengan dicapainya kesepakatan dalam perundingan atom di Beijing. Korea Utara menyatakan siap untuk menghentikan program atom. Sebagai gantinya negara tersebut akan mendapatkan 50.000 ton minyak pemanas. Pengiriman pertama senilai 20 juta Dollar Amerika sedang disusun.

Korea Selatan juga melanjutkan politik tenangnya terhadap Korea Utara, yang dahulu disebut "politik sinar matahari". Untuk pertama kalinya sejak Juli lalu, para menteri dari kedua negara kembali berunding di Pyongyang tentang hubungan yang lebih baik antara kedua negara.

Presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun telah mengisyaratkan sebelumnya, bahwa negaranya akan memenuhi semua tuntutan Korea Utara. Antara lain hal ini menyangkut pengiriman sekitar setengah juta ton beras kepada Korea Utara tanpa syarat dan pengawasan, tidak seperti bantuan pangan dari PBB.

Pupuk dalam jumlah besar juga termasuk dalam daftar permintaan Korea Utara. Korea Selatan mendesak agar keluarga-keluarga yang terpisah akibat perang Koera dipertemukan kembali. Selain itu Pyongyang juga harus mengijinkan kereta dari Korea Selatan jalan melalui perbatasan di rel-rel yang sudah sejak lama selesai.

Putaran baru pembicaraan perdamaian Korea Utara dan Korea Selatan ini kemungkinan baru akan berakhir Jum’at (02/03) mendatang. Terlepas dari situasi yang tenang, perundingan ini tidak akan berjalan mudah. Di masa lalu, Korea Utara sering mencoba untuk mengambil keuntungan sebesar mungkin dari Korea Selatan yang bermaksud baik dan mencoba menawar dalam semua hal kecil.

Kesepakatan yang dicapai di Beijing tentang program atom Korea Utara memang akan membawa keuntungan yang besar kepada Korea Utara dalam bentuk bantuan energi dan pangan dari Korea Selatan dan Cina. Tetapi 95% dari bantuan energi dan ekonomi yang dijanjikan tergantung dari upaya Korea Utara untuk benar-benar menghentikan semua program atomnya.

Sampai sekarang belum dibicarakan tentang senjata atom Korea Utara. Selama ini Pyongyang juga belum melepaskan tes-tes nuklir lanjutan. Tetapi sejarah menunjukkan, bahwa tidak ada sebuah kesepakatanpun dengan Korea Utara yang dipegang atau dilaksanakan.

Iklan