Korea Selatan Boikot Iklan Kontroversial Uniqlo | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 23.10.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jepang - Korsel

Korea Selatan Boikot Iklan Kontroversial Uniqlo

Iklan yang dibuat merek pakaian asal Jepang, Uniqlo terpaksa ditarik dari Korea Selatan karena menyindir korban kerja paksa pada masa Perang Dunia II.

Sejumlah orang di Korea Selatan melakukan aksi protes terhadap iklan Uniqlo karena selama Perang Dunia II. Iklan yang diunggah melalui kanal Youtube itu menampilkan sebuah parodi mantan buruh berusia 90 tahun. Iklan dalam bahasa Inggris menampilkan ikon gaya Amerika 97 tahun, Iris Apfel yang berbicara dengan perancang busana Amerika berusia 12 tahun, Kheris Rogers. Rogers bertanya kepada Apfel bagaimana ia berpakaian saat remaja. Apfel menjawab "saya tidak ingat sejauh itu".

Namun di Korea Selatan iklan tersebut ditayangkan dengan terjemahan yang mengubah kalimat menjadi "Astaga! Bagaimana saya bisa mengingat sesuatu dari 80 tahun lalu?"

Korea Selatan dan Jepang memiliki perseteruan yang pahit dan berkepanjangan mengenai penjajahan brutal Jepang atas Semenanjung Korea dari tahun 1910 hingga 1945. Selama Perang Dunia II, banyak orang Korea yang menjadi buruh paksa untuk Jepang, bekerja di pabrik atau, bagi banyak wanita, sebagai "wanita penghibur" untuk tentara Jepang.

Warga Korea Selatan masih melihat kejadian masa lalu dengan kebencian yang mendalam terhadap Jepang, dan berbalik menyerukan "Kita Ingat!".

Penjualan Uniqlo mengalami penurunan yang drastis di Korea Selatan karena para pelanggan memboikot dan menuntut sebuah permintaan maaf. Dalam sebuah protes, sebuah papan bertuliskan, "Pemerintahan kolonial 80 tahun yang lalu - kami ingat!"

Uniqlo menarik iklannya di Korea Selatan pada hari Sabtu waktu setempat dan mengatakan tidak pernah ada niat perusahaan untuk merujuk "masalah wanita penghibur atau sengketa Korea Selatan-Jepang." Juru bicara Uniqlo menyatakan terjemahan iklan tersebut dilakukan di Korea Selatan.

Video Parodi Iklan Uniqlo

Setelah iklan kontroversi tersebut viral, sejumlah video parodi iklan Uniqlo kini bermunculan. Salah satunya yang viral, parodi iklan yang dibuat mahasiswa Korea Selatan, Youn Dong-hyeun berbicara dengan Yang Geum-deok yang berusia 90 tahun, seorang mantan pekerja paksa di pabrik Mitsubishi Jepang selama perang. Dia bertanya padanya betapa sulitnya ketika dia masih muda. Dalam video itu, mahasiswa Korea Selatan menyebut "mustahil untuk melupakan ingatan yang sangat menyakitkan itu,".

Ketegangan antara kedua negara telah meningkat selama setahun terakhir. Pada tahun 2018, pengadilan tinggi Korea Selatan memerintahkan perusahaan industri Jepang untuk memberikan kompensasi kepada para pekerja paksa masa perang. Jepang kemudian mulai membatasi ekspor bahan-bahan berteknologi tinggi ke Korea Selatan, yang merespons dengan cara serupa dengan memboikot banyak produk Jepang.

Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yon dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dijadwalkan bertemu Kamis ini. (ha/vlz)

Laporan Pilihan