1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kontroversi Umur Pesenam Cina

22 Agustus 2008

IOC mengatakan akan melakukan penelitian lebih jauh akan kecurigaan umur sebenarnya beberapa pesenam Cina.

https://p.dw.com/p/F3Bn
Pesenam Cina He KexinFoto: AP

"Ini tidak bisa dianggap sebagai investigasi resmi. Tetapi ya, kami telah meminta Federasi Senam Internasional untuk menelusuri pertanyaan-pertanyaan yang timbul dan ketidaksesuaian fakta dalam kasus ini. Mereka bekerja sama dengan Federasi Nasional untuk mengklarifikasi hal ini."

Pernyataan juru bicara Komite Olimpiade Internasional IOC Giselle Davies ini mengguncang dominasi emas Cina di cabang senam. IOC mengambil langkah ini setelah laporan-laporan media mengatakan, pemenang dua medali emas di cabang senam He Kexin asal Cina, sebenarnya baru berusia 14 tahun. Untuk bisa mengikuti perlombaan di cabang senam Olimpiade para atlet setidaknya harus berusia 16 tahun. He sebenarnya telah membuktikan usianya dengan menunjukkan paspor dimana tertera bahwa ia berusia 16 tahun. Wang Wei, wakil ketua panitia pelaksana olimpiade Beijing menambahkan, para atlet telah diinvestigasi dan kebenarannya telah diakui oleh federasi internasional. Jika tidak, maka para atlit itu tidak akan bisa berpartisipasi dalam olimpiade. Tim senam puteri Amerika Serikat yang diunggulkan kalah dalam perebutan medali emas dengan Cina. Marta Karolya, koordinator tim senam Amerika Serikat mengatakan, mereka tidak memiliki bukti bahwa tim Cina berbohong tentang usia atlitnya.

"Banyak sekali yang membicarakan hal ini. Jadi kalau ini benar, maka ini adalah situasi yang tidak adil bagi siapa pun."

Jika tuduhan terhadap tim senam Cina terbukti, maka ini akan mempengaruhi empat medali yang diraih Cina. Selain medali emas untuk nomor kelompok, dan emas milik He Kexin, masih ada dua medali perunggu yang diraih Yang Yilin. He, yang dan Jiang Yujuan adalah tiga pesenam Cina yang akan diselidiki.

Medali perak yang diraih atlet saptalomba Lyudmila Blonksa dicabut kembali oleh IOC setelah ia terbukti menggunakan doping. Atlet asal Ukraina ini didiskualifikasi dan dikeluarkan dari ajang pesta olahraga Olimpiade Beijing. Keputusan ini menyebabkan Bloksa tidak dapat turun dalam final lompat jauh Jumat ini. Hasil tes darah Blonksa positif mengandung streoid setelah ia menempati peringkat kedua dalam cabang saptalomba Sabtu lalu. IOC juga berhak untuk memberikan sanksi terhadap pelatih Blonksa, Sergei Blonsky. Medali perak akan diserahkan kepada atlet Amerika Serikat Hyleas Fountain. Dan atlet Rusia Tatiana Chernova yang tadinya hanya menduduki peringkat keempat, kini berhak menyandang medali perunggu. Lyudmila Blonksa terancam hukuman paling berat, yaitu tidak boleh bertanding seumur hidup, karena ini adalah pelanggaran dopingnya yang kedua. (vlz)