Kongres Anti Vonis Mati di Paris | dunia | DW | 01.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kongres Anti Vonis Mati di Paris

Penentang hukuman mati menganggap bentuk hukuman ini merupakan salah satu tindakan penyiksaan.

Hukuman mati dengan kursi listrik

Hukuman mati dengan kursi listrik

Seluruh dunia dapat menyaksikan saat-saat terakhir bekas Presiden Irak Saddam Hussein. Pasalnya, video eksekusi Saddam, yang direkam menggunakan sebuah telepon genggam, tersebar di internet. Tindakan yang menghina martabat manusia ini menyebabkan vonis mati kembali diperdebatkan.

Penentang hukuman mati Robert Badinter menarik kesimpulan sendiri dari peristiwa ini. Mantan menteri kehakiman Prancis itu terutama menyoroti reaksi Presiden AS George W. Bush terhadap video vonis mati Saddam. Menurut Badinter eksekusi yang mengerikan itu membuat Bush merasa luar biasa risih. Semua orang yang melihat sendiri video tersebut harus mengakui, hukuman mati adalah tindakan penyiksaan. Kenyataan bahwa Bush merasa risih menyaksikan semua adalah bukti bahwa vonis mati harus dikecam.

Badinter mengamati dengan seksama pertanda tersembunyi yang membuktikan bahwa front pembela hukuman mati perlahan mulai kehilangan kegigihannya. Ini merupakan kabar gembira bagi Badinter yang berhasil menghapuskan hukuman mati di Prancis tahun 1981.

Sebenarnya penghapusan hukuman mati tidak mencerminkan sikap penduduk Prancis. Menrurut jajak pendapat, 42 persen warga Prancis mendukung vonis mati. Walau begitu, pemerintah Prancis akan mencantumkan larangan vonis mati dalam konstiusi Prancis. Paris, ibu kota Prancis, sungguh merupakan lokasi ideal untuk menyelenggarakan kongres anti hukuman mati.

Seribu peserta yang datang dari lebih 60 negara diperkirakan menghadiri kongres menentang hukuman mati di Paris. Para peserta terdiri dari politisi, perwakilan gereja, pengacara, organisasi HAM dan keluarga korban. Topik utama kongres ini, yaitu penghapusan hukuman mati, akan didiskusikan dalam berbagai kelompok kerja dengan fokus vonis mati di Afrika Utara dan Timur Tengah.

Para peserta berupaya merumuskan strategi diplomatis dan kemungkinan mengubah perundang-undangan. Ambil saja contoh Cina. Adakah cara untuk menggerakan Cina mengurangi pelaksanaan vonis mati? Tahun 2008 Olimpiade akan diselenggarakan di Cina dan mata dunia akan tertuju pada negara tirai bambu. Mungkinkah ini dapat digunakan untuk menekan pemerintah Cina?

Yang jelas, penentang hukuman mati Badinter sudah melihat sinyal positif dari negara itu. Badinter bahkan berani mencetuskan hipotesa bahwa suatu saat hukuman mati akan dihapuskan di seluruh dunia. Badinter meyakini hal ini karena sekarang para pendukung hukuman mati di seluruh dunia mulai bersikap defensif, dan bukan sebaliknya. Dulu para penentang vonis mati yang harus selalu membela diri.***

Iklan